AyoMedan.com - MEDAN. Menanggapi isu yang beredar di salah satu media online terkait dugaan penggunaan bahan kimia yang tidak standar serta persoalan perawatan fasilitas pengolahan air, Kepala Instalasi Pengolahan Air (IPA) Delitua Perumda Tirtanadi, Azanil Putra, memberikan klarifikasi dan memastikan seluruh proses pengolahan air masih berjalan sesuai standar yang berlaku.
"Tube settler pada setiap unit clarifier memiliki 16 sel dan seluruhnya masih berfungsi normal," ujar Azanil Putra saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (6/6/2026).
Azanil menjelaskan, clarifier berfungsi untuk menangkap flok atau partikel-partikel lumpur yang masih melayang dalam proses pengolahan air sehingga kualitas air tetap terjaga.
"Jadi tidak benar jika disebut pengolahannya tidak standar. Seluruh sistem masih beroperasi normal dan sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Meski demikian, Azanil mengakui kondisi tube settler saat ini memang membutuhkan perawatan lebih intensif. Namun, fasilitas tersebut masih dapat digunakan dan terus dilakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Menurutnya, seluruh proses pengolahan air di IPA Delitua tetap menggunakan bahan kimia yang sesuai standar dan mengacu pada regulasi yang berlaku.
"Seluruh kegiatan pengolahan air berjalan normal. Bahan kimia yang digunakan juga sesuai standar dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah," katanya.
Azanil menambahkan, IPA Delitua memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 1.400 liter per detik yang melayani pelanggan di Cabang Delitua, Medan Kota, HM Yamin, Medan Denai, dan Tuasan.
"Air bersih ini digunakan untuk kebutuhan masyarakat luas. Tentu tidak mungkin kami mengelolanya dengan mengabaikan standar yang telah ditetapkan," tegas Azanil.
Sementara itu, Kepala IPA Sibolangit, Subhandi, juga membantah adanya dugaan pengolahan air yang tidak sesuai standar di instalasi yang dipimpinnya.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Subhandi menjelaskan bahwa sistem aerasi pada bak penangkap telah dilengkapi sprinkler yang berfungsi membantu proses penambahan oksigen guna meningkatkan kadar pH air.
"Sprinkler sudah terpasang dan berfungsi dengan baik untuk membantu penambahan oksigen sehingga pH air dapat meningkat sesuai kebutuhan pengolahan," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan perawatan rutin terhadap pipa penyalur bahan kimia seperti soda ash dan kaporit, termasuk pemasangan penutup pipa serta pembersihan berkala setiap tiga bulan.
Subhandi mengatakan, pengawasan kualitas air dilakukan secara ketat melalui pemeriksaan tingkat kekeruhan menggunakan turbidity meter setiap satu jam sekali.
"Pemeriksaan kualitas air dilakukan setiap satu jam menggunakan turbidity meter untuk memastikan hasil pengolahan tetap memenuhi standar yang ditetapkan," ujarnya.
Dia memastikan air yang diproduksi IPA Sibolangit telah melalui proses pengolahan sesuai prosedur dan standar kualitas air bersih sehingga aman digunakan masyarakat.
"Masyarakat tidak perlu ragu. Air yang kami distribusikan telah melalui proses pengolahan sesuai standar dan terus diawasi secara berkala," pungkas Subhandi. (A-Red)