Notification

×

Iklan


Iklan



Rico Waas Bangga Transformasi Sekolah Rakyat di Medan Akan Cetak Generasi Mandiri dan Berkarakter

Selasa, 16 Juni 2026 Last Updated 2026-06-16T00:03:35Z


AyoMedan.com - MEDAN. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menaruh perhatian khusus terhadap keberhasilan Sekolah Rakyat dalam mengubah kehidupan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat bagi orang tua dan calon siswa di Aula BRSODH Bahagia, Jalan Willem Iskandar, Senin (15/6/2026).

Perubahan positif yang terjadi dalam waktu kurang dari satu tahun terlihat dari meningkatnya rasa percaya diri, kedisiplinan, serta perilaku para siswa. 

Kegiatan yang turut dihadiri Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf itu menjadi kesempatan bagi para orang tua untuk melihat langsung perkembangan anak-anak mereka selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengaku mengikuti perjalanan Sekolah Rakyat sejak awal program tersebut dijalankan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memberikan dukungan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pendidikan yang kini menunjukkan hasil menggembirakan.

Rico Waas mengenang kunjungan pertamanya saat sebagian siswa masih terlihat kurang percaya diri dan belum menunjukkan kedisiplinan yang baik. Namun, dalam beberapa kunjungan berikutnya, perubahan signifikan mulai terlihat.

“Saya datang lagi dan melihat progresnya sudah mulai terlihat. Anak-anak sudah mulai berani memimpin, lebih tertib, dan menunjukkan perubahan perilaku yang positif. Hari ini saya melihat mereka tampil sangat luar biasa dibandingkan saat pertama kali saya datang,” ujar Rico Waas.

Rico Waas juga menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jalan Amal. Saat ini, masih ada sejumlah anak dengan luka fisik akibat perkelahian jalanan yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Namun melalui pembinaan dan pendidikan yang tepat, anak-anak tersebut mampu menunjukkan perubahan besar.

“Dalam waktu sekitar 10 bulan, perkembangan mereka sangat luar biasa. Saya bangga melihat transformasi yang terjadi pada mereka,” katanya.

Selain perkembangan karakter siswa, Rico Waas juga menyoroti pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Medan. Pemko Medan telah menyiapkan lahan seluas sekitar enam hektare di kawasan Medan Tuntungan dengan progres pembangunan yang telah mencapai 87 persen.

“Saya melihat sendiri bagaimana sekolah ini dibangun dengan sangat baik. Bukan sekadar cepat selesai, tetapi juga memperhatikan kualitas. Mulai dari bangunan, fasilitas hingga konsep pendidikannya disiapkan dengan matang,” ungkapnya.

Rico Waas mengajak para orang tua agar tidak ragu mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada Sekolah Rakyat. 

"Kami optimistis program ini mampu melahirkan generasi yang mandiri, disiplin, dan berkarakter. Pemko Medan juga berkomitmen mendukung infrastruktur penunjang, termasuk pembangunan akses jalan menuju kawasan sekolah," sebutnya.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa secara nasional pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini berlangsung di 93 lokasi. Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan di 104 titik di seluruh Indonesia.

Menurut Saifullah Yusuf, anggaran pembangunan Sekolah Rakyat bersumber dari APBN atas arahan Presiden dan pelaksanaannya dipercayakan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Gedung permanen tersebut ditargetkan mulai digunakan pada Juli 2026 bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

“Saya gembira selama 11 bulan pembelajaran di Sekolah Rakyat rintisan ini berjalan dengan baik dan dikawal langsung oleh Pak Wali Kota,” ujar Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul.

Untuk tahun ini, sambung Gus Ipul, kuota siswa Sekolah Rakyat di Kota Medan tersedia sebanyak 270 orang yang meliputi jenjang SD, SMP, dan SMA. 

"Agar tepat sasaran bagi keluarga kurang mampu, proses penetapan calon siswa dilakukan melalui verifikasi berlapis oleh pendamping sosial, Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pemerintah daerah setempat," tutupnya. (A-Red)