Notification

×

Iklan


Iklan



Jembatan Garuda Resmi Dibuka, Pangdam I/BB dan Wali Kota Medan Akhiri Penantian Warga Sukadamai

Selasa, 28 Juli 2026 Last Updated 2026-07-28T03:43:13Z

teks foto, Pangdam I/Bukit Barisan  bersama Wali Kota Medan  meresmikan Jembatan Garuda

AyoMedan.com – MEDAN. Penantian ratusan warga Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia, akhirnya berakhir. Jembatan Garuda yang sempat viral karena membahayakan keselamatan anak-anak sekolah kini resmi dibuka oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Selasa (28/7/2026).

Peresmian jembatan disambut antusias masyarakat yang selama ini kesulitan beraktivitas akibat putusnya akses penghubung antarkawasan. Kini, warga dan pelajar dapat melintas dengan lebih aman.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang layak dan aman.

"Jembatan ini kami bangun untuk membantu masyarakat keluar dari kesulitan. Kami bekerja demi kepentingan masyarakat," ujarnya.

Menurut Hendy, pembangunan jembatan tersebut berawal dari pemberitaan dan video yang viral di media sosial, memperlihatkan anak-anak sekolah mempertaruhkan nyawa melintasi pipa air di atas Sungai Deli.

"Kami tidak tersinggung dengan berita yang viral. Justru kami mengambil sisi positifnya sebagai masukan untuk bekerja. Jika masih ada kebutuhan serupa di daerah lain, silakan laporkan melalui Dandim dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Selama untuk kepentingan masyarakat, kami siap membantu," tegasnya.

Pangdam menjelaskan, pembangunan 
Jembatan Garuda merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 6.000 jembatan di seluruh Indonesia. Di wilayah Kodam I/Bukit Barisan sendiri, sebanyak 323 jembatan telah dibangun.

Jembatan Garuda memiliki panjang 35 meter, lebar 1,5 meter, dengan kapasitas beban hingga empat ton. Proyek tersebut diselesaikan dalam waktu 51 hari melalui kolaborasi TNI AD, Pemerintah Kota Medan, dan masyarakat.

"Saya mengimbau masyarakat agar menggunakan jembatan ini dengan tertib, terutama saat ramai. Mari kita jaga bersama agar tetap awet dan bermanfaat untuk jangka panjang," katanya.

Secara simbolis, Pangdam bersama Wali Kota Medan meresmikan penggunaan Jembatan Garuda pada pukul 08.20 WIB.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan keberadaan Jembatan Garuda sangat vital, karena menghubungkan aktivitas masyarakat di tiga kecamatan, yakni Medan Polonia, Medan Maimun, dan Medan Johor.

"Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Alhamdulillah, hari ini akhirnya dapat digunakan kembali berkat sinergi yang baik antara TNI dan Pemerintah Kota Medan," ujar Rico.

Dia mengungkapkan, jembatan lama yang merupakan peninggalan era kolonial Belanda telah rusak dan ambruk setelah banjir besar pada 2024, sehingga memutus akses warga.

Rico mengaku tersentuh saat melihat langsung kondisi anak-anak sekolah yang setiap hari harus berjalan di atas pipa untuk menyeberangi Sungai Deli.

"Pemandangan itu sangat memprihatinkan. Anak-anak mempertaruhkan nyawa demi berangkat ke sekolah. Setelah kami meninjau lokasi pada April 2026, proses pembangunan segera dipercepat hingga akhirnya selesai dan bisa dinikmati masyarakat," katanya.

Peresmian berlangsung penuh haru. Warga, terutama para ibu dan pelajar, tampak gembira menyambut dibukanya jembatan tersebut. Mereka bahkan berebut mengabadikan momen bersama Pangdam dan Wali Kota.

Salah seorang warga, Kusuma, menyampaikan rasa terima kasih atas pembangunan jembatan yang selama ini sangat dinantikan.

"Terima kasih kepada Pak Rico dan Bapak Pangdam yang sudah membangun Jembatan Garuda. Kami siap menjaga jembatan ini. Kalau bisa dipasang CCTV agar besinya tidak dicuri," ujarnya.

Jembatan Garuda sebelumnya menjadi perhatian publik setelah viral pada April 2026. Saat itu, anak-anak sekolah terpaksa melintasi pipa air yang berada sekitar 15 meter di atas permukaan Sungai Deli. 

"Kondisi pipa yang melengkung dan licin dinilai sangat membahayakan keselamatan, sehingga memicu keprihatinan luas dan mendorong percepatan pembangunan jembatan baru," tutup Rico. (A-Red)