AyoMedan.com - MEDAN. Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara.
Ajang yang digelar Bank Indonesia ini tidak hanya menjadi wadah promosi produk unggulan daerah, tetapi juga membuka akses pembiayaan, memperluas jaringan bisnis, serta mendorong pelaku UMKM menembus pasar nasional hingga internasional.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, yang secara resmi membuka KKSU 2026, Jum'at (25/7), mengapresiasi ketahanan ekonomi Sumatera Utara yang mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,98 persen di tengah ketidakpastian dan tantangan ekonomi global.
Menurut Thomas, capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat daya saing ekonomi daerah melalui pengembangan sektor UMKM yang produktif, inovatif, dan berorientasi ekspor.
Dihadapan Gubernur Sumut, Thomas menegaskan, Bank Indonesia terus memperkuat berbagai kebijakan, termasuk insentif likuiditas makroprudensial bagi perbankan, guna memperluas akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi pelaku UMKM.
"Tema tahun ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem UMKM daerah agar naik kelas. KKSU menjadi jembatan konkret yang mempertemukan UMKM dengan mitra pembiayaan, mitra dagang, serta pasar yang lebih luas," ujar Thomas.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza M. Moesa menjelaskan, KKSU 2026 merupakan penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali dilaksanakan pada 2020.
"Tahun ini, kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 600 pelaku usaha serta didukung 48 mitra strategis, dengan rangkaian acara berlangsung pada 15–26 Juli 2026," katanya.
Ameriza menyebutkan, antusiasme masyarakat dan dunia usaha terhadap KKSU 2026 sangat tinggi. Hingga hari pembukaan, nilai transaksi yang tercatat telah menunjukkan hasil menggembirakan.
"Penjualan ritel berhasil melampaui Rp900 juta, sementara nilai business matching mencapai sekitar Rp22 miliar melalui kerja sama pembiayaan dan perdagangan antara UMKM dengan berbagai mitra strategis, mulai dari pelaku usaha global, agregator, hingga sektor perhotelan," jelasnya.
Selain itu, potensi kerja sama bisnis dan investasi yang berhasil dihimpun selama penyelenggaraan KKSU 2026 telah mencapai lebih dari Rp80 miliar, menunjukkan tingginya kepercayaan investor dan pelaku usaha terhadap produk-produk unggulan Sumatera Utara.
Tak hanya berfokus pada transaksi bisnis, KKSU 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan promosi, di antaranya Sumatra Export Celebration, Medan Digifestival, edukasi literasi keuangan, sosialisasi digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS, hingga bazar produk unggulan UMKM, wastra, serta kuliner khas Sumatera Utara.
"Melalui penyelenggaraan KKSU 2026, Bank Indonesia berharap ekosistem UMKM di Sumatera Utara semakin kuat, mampu meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas pasar ekspor, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," tutupnya. (A-Red)