Notification

×

Iklan


Iklan



Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen Jadi Rp7,08 Triliun pada 2025, Ditopang Produksi dan Efisiensi

Rabu, 01 Juli 2026 Last Updated 2026-07-01T08:14:03Z



AyoMedan.com - JAKARTA. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero), membukukan laba bersih sebesar Rp7,08 triliun pada tahun buku 2025 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Capaian tersebut melonjak 90,3 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp3,72 triliun.

Kinerja keuangan tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025. Perseroan menyebut lonjakan laba didorong oleh peningkatan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), efisiensi operasional, serta penguatan fundamental bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah di tengah tantangan ekonomi global, volatilitas pasar energi, dan anomali iklim sepanjang 2025.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko, mengatakan laba bersih setelah pajak (net profit) tahun 2025 mencapai Rp7,08 triliun atau meningkat 90,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah, laba bersih setelah pajak (Net Profit) tahun 2025 mencapai Rp7,08 triliun atau 90,3 persen lebih tinggi dibandingkan perolehan tahun lalu yang berada di angka Rp3,72 triliun," ujar Jatmiko saat memaparkan kinerja perusahaan di Kantor BP BUMN Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Selain didukung kenaikan harga jual rata-rata CPO yang mencapai Rp14.223 per kilogram atau naik 10,4 persen dibandingkan 2024, perusahaan juga berhasil mengoptimalkan momentum tersebut melalui peningkatan volume penjualan CPO serta pengendalian biaya secara konsisten.

"Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sekitar 10 persen pada 2025 mampu menghasilkan lonjakan laba hingga 90 persen di tengah berbagai tantangan," jelasnya.

Sejak berdiri tiga tahun lalu, PalmCo terus mencatat pertumbuhan laba yang signifikan. 
Laba bersih perusahaan meningkat dari Rp2,53 triliun pada 2023 menjadi Rp3,72 triliun pada 2024, sebelum akhirnya mencapai Rp7,08 triliun pada 2025. Perseroan menyebut capaian tersebut sebagai tingkat profitabilitas tertinggi selama masa transformasi perusahaan.

Kinerja positif juga tercermin dari indikator keuangan lainnya. EBITDA meningkat menjadi Rp13,27 triliun atau tumbuh 46 persen dibandingkan Rp9,09 triliun pada 2024. Sementara tingkat pengembalian aset (Return on Assets/ROA) mencapai 9,2 persen.

Dari sisi operasional, PalmCo memproduksi 2,70 juta ton CPO sepanjang 2025 atau meningkat 7,87 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang sebesar 2,49 juta ton.

Meski mencatat hasil yang menggembirakan, manajemen menegaskan capaian tersebut bukan akhir dari proses transformasi perusahaan. PalmCo akan terus memperkuat efisiensi operasional, meningkatkan manajemen risiko, dan mengoptimalkan kinerja agar pertumbuhan tetap berkelanjutan.

"Terima kasih atas dukungan penuh para pemegang saham dan apresiasi kepada seluruh insan perusahaan. Capaian ini menjadi milestone, tetapi bukan garis akhir. Masih banyak ruang untuk terus tumbuh dengan mengoptimalkan kinerja operasional dan finansial agar memberikan manfaat yang semakin besar," kata Jatmiko.

Selain membukukan kinerja keuangan terbaik, PalmCo juga memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani mitra. 

Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sepanjang 2025 PalmCo menjadi perusahaan paling aktif secara nasional dalam pendampingan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan luas mencapai 6.672 hektare.

Produktivitas petani plasma binaan PalmCo juga tercatat melampaui standar nasional dengan rata-rata 20,18 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun. Capaian tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan para petani.

Di sisi lain, PalmCo akan terus mempercepat pengembangan hilirisasi industri sawit, termasuk mengoptimalkan produk turunan sawit sebagai bahan baku renewable biogasoline guna mendukung ketahanan energi nasional.

"Semoga PalmCo dapat menjalankan seluruh amanat pemerintah dengan sebaik-baiknya serta terus berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi nasional," tutup Jatmiko.
(A-Red)