Notification

×

Iklan


Iklan



Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi Strategis untuk Presiden, Dorong Penguatan Fiskal hingga Kota Berkelanjutan

Jumat, 03 Juli 2026 Last Updated 2026-07-03T04:50:21Z

AyoMedan.com - MEDAN. Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan menyampaikan 10 rekomendasi strategis kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI Tahun 2026 yang digelar di Kota Medan. 

Rekomendasi tersebut memuat berbagai usulan untuk memperkuat kapasitas pemerintah kota, mulai dari reformasi hubungan keuangan pusat dan daerah, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital, penguatan ekonomi lokal, hingga pembangunan kota yang berkelanjutan.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan seluruh rekomendasi itu akan disampaikan langsung kepada Presiden beserta sejumlah menteri terkait sebagai bentuk dukungan pemerintah kota terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN).

"APEKSI mendukung penuh Program Strategis Nasional yang dicanangkan Presiden. Melalui rekomendasi ini kami juga menyampaikan berbagai kondisi riil serta tantangan yang dihadapi pemerintah kota agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif," ujar Eri Cahyadi dalam konferensi pers usai penutupan Rakernas XVIII APEKSI di Grand City Hall Medan, Kamis (2/7/2026).

Didampingi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas beserta jajaran pengurus APEKSI, Eri menjelaskan rekomendasi pertama menitikberatkan pada penguatan kapasitas fiskal daerah melalui reformasi hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. 

APEKSI berharap adanya kepastian dalam pemanfaatan dana transfer ke daerah, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH), sekaligus perluasan ruang fiskal agar pemerintah kota lebih leluasa menjalankan program pembangunan.

APEKSI juga menyoroti kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurut Eri, apabila seluruh beban gaji PPPK dibebankan kepada APBD, maka belanja pegawai di sejumlah daerah berpotensi melampaui batas ideal 30 persen sehingga mengurangi ruang anggaran untuk pembangunan.

"Kami mengusulkan agar kompensasi gaji PPPK dapat didukung melalui APBN sehingga pemerintah kota tetap memiliki ruang fiskal yang memadai untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik," katanya.

Di bidang infrastruktur, APEKSI mendorong percepatan pembangunan konektivitas antarwilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

Pemerintah kota juga meminta agar pembangunan infrastruktur dasar diprioritaskan bagi daerah yang masih membutuhkan peningkatan akses dan konektivitas.

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, APEKSI mengusulkan percepatan transformasi digital melalui integrasi data perlindungan sosial serta sinkronisasi sistem perizinan nasional dengan tata ruang daerah agar investasi dapat berjalan lebih cepat tanpa menimbulkan persoalan di lapangan.
Isu lingkungan turut menjadi perhatian utama. 

Menurut Eri, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai kota. Karena itu, APEKSI mendorong pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) serta berbagai inovasi pengelolaan limbah yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

Di sektor ekonomi, APEKSI mengusulkan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis lebih banyak melibatkan UMKM lokal dan kantin sekolah. Langkah tersebut diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Selain itu, APEKSI juga merekomendasikan penyesuaian kebijakan tata ruang yang mempertimbangkan karakteristik wilayah perkotaan, penguatan kerja sama antardaerah, pendampingan hukum bagi pemerintah kota, serta pelibatan generasi muda melalui program Youth City Changers (YCC). 

Menurut Eri, berbagai gagasan inovatif dari kalangan muda diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan dokumen pembangunan jangka menengah maupun jangka panjang di setiap daerah.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang telah mengawal pemberitaan Rakernas XVIII APEKSI sejak hari pertama hingga penutupan. 

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, jajaran Pemerintah Kota Medan, pengurus APEKSI, aparat keamanan, relawan, serta para pelaku sektor transportasi, perhotelan, konsumsi, dan kebersihan yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Rakernas.

Rico berharap seluruh hasil pembahasan dan rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kota-kota di Indonesia.

"Semoga setiap kota membawa pulang pengalaman, inovasi, dan inspirasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing. Dengan kolaborasi yang semakin kuat antarkota, kita dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, tangguh, dan berdaulat," dipungkasinya. (A-Red)