Notification

×

Iklan


Iklan



Rico Waas Apresiasi Inovasi 'Mata Deli', Program 200 CCTV Swadaya Medan Deli Siap Jadi Percontohan di Kota Medan

Senin, 06 Juli 2026 Last Updated 2026-07-06T11:27:53Z

AyoMedan.com – MEDAN. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meluncurkan program inovasi Monitoring Aman Terpadu Medan Deli (Mata Deli) di halaman Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna, Minggu (5/7/2026). Program ini menghadirkan sistem pemantauan keamanan berbasis kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di titik-titik rawan kriminalitas di wilayah Kecamatan Medan Deli.

Mata Deli merupakan hasil kolaborasi antara Kecamatan Medan Deli, para stakeholder, dan masyarakat. Pada tahap awal, sebanyak 200 unit CCTV telah dipasang di gang-gang permukiman, pos keamanan lingkungan (poskamling), serta sejumlah lokasi yang dinilai rawan tindak kriminal.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane, Camat Medan Deli Aidiel Putra Pratama, serta unsur Forkopimca dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Rico Waas memberikan apresiasi atas inovasi yang digagas Kecamatan Medan Deli. Menurutnya, program Mata Deli menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan keamanan hingga ke lingkungan permukiman yang selama ini belum terjangkau.

"Launching program Mata Deli, Monitoring Aman Terpadu Medan Deli, merupakan gerakan bersama seluruh stakeholder untuk menghadirkan CCTV di daerah-daerah yang dianggap rawan. Saat ini sudah terpasang sekitar 200 titik, termasuk di gang-gang, poskamling, maupun kawasan rawan," ujar Rico Waas.

Dia menilai keberadaan CCTV tersebut akan menjadi bagian dari sistem pemantauan keamanan di tingkat kecamatan sekaligus membantu aparat dalam menciptakan situasi yang lebih aman dan kondusif.

"Kami menargetkan program ini dapat diterapkan di kecamatan-kecamatan lain sehingga sistem pemantauan keamanan di Kota Medan menjadi lebih baik, lebih komprehensif, dan lebih lengkap," katanya.

Rico Waas menegaskan, pengadaan CCTV dalam program Mata Deli sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat dan dukungan para stakeholder, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Untuk saat ini seluruhnya swadaya. Kita ingin mendorong gerakan seperti ini di kecamatan-kecamatan lain. Sementara itu, program pemasangan CCTV yang menggunakan APBD di ruas-ruas jalan utama tetap berjalan," jelasnya.

Menurut Rico, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pengawasan karena masih banyak kawasan permukiman yang belum dapat terlayani melalui program pemerintah.

"Artinya, kita membangun sistem keamanan ini secara bersama-sama," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Medan Deli Aidiel Putra Pratama mengatakan, Mata Deli merupakan program gotong royong yang lahir dari kepedulian berbagai stakeholder terhadap keamanan lingkungan.

"Program CCTV ini terlaksana berkat dukungan para stakeholder di Kecamatan Medan Deli," ujarnya.

Aidiel menjelaskan, kamera pengawas dipasang di rumah-rumah warga dengan memanfaatkan jaringan internet (WiFi) milik masyarakat. Dengan demikian, seluruh operasional program dilakukan secara swadaya tanpa membebani anggaran Pemerintah Kota Medan.

Saat ini, sebanyak 200 CCTV telah dipasang di titik-titik yang belum terjangkau oleh 105 poskamling yang ada di Kecamatan Medan Deli. Keberadaan CCTV tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat, terutama saat melintasi kawasan yang sepi pada malam hari maupun lokasi yang rawan tindak kriminal.

"Kami memiliki 105 poskamling. CCTV ditempatkan di titik-titik yang belum terjangkau sehingga masyarakat merasa lebih aman," katanya.

Menurut Aidiel, kebutuhan ideal CCTV di Kecamatan Medan Deli mencapai sekitar 400 titik. "Karena itu, pihaknya akan terus menggalang dukungan dari para stakeholder agar dapat menambah sekitar 200 unit CCTV lagi sehingga sistem pengawasan keamanan di wilayah tersebut semakin optimal,"
(A-Red)