Notification

×

Iklan


Iklan



Rico Waas Respons Cepat Keluhan Warga Medan Labuhan: Banjir Ditangani, Jalan Dibeton, LPJU Diperbaiki, Layanan Adminduk Dipermudah

Minggu, 05 Juli 2026 Last Updated 2026-07-05T00:00:58Z


AyoMedan.com – MEDAN. Permasalahan banjir kronis dan infrastruktur menjadi keluhan utama warga yang disampaikan langsung kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam program Sapa Warga yang digelar di Masjid Al Hijrah, Kompleks BTN, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (4/7/2026).

Tidak sekadar mendengar aspirasi masyarakat, Rico Waas yang hadir didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah langsung memberikan solusi atas berbagai persoalan yang disampaikan warga. Bahkan, sejumlah program penanganan banjir, perbaikan jalan, lampu penerangan jalan umum (LPJU), hingga kemudahan layanan administrasi kependudukan dipastikan segera direalisasikan.

Salah seorang warga, Hera Sianturi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap banjir yang terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi itu sangat menyulitkan masyarakat, terutama warga lanjut usia dan para janda yang rumahnya berada di dataran lebih rendah.

"Kami yang masih muda saja sudah merasa lelah menghadapi banjir yang terus datang. Apalagi orang tua dan para janda yang harus berjuang setiap kali air masuk ke rumah," ujarnya.

Hera menjelaskan, salah satu penyebab utama banjir adalah rusaknya tanggul di sekitar kompleks. Ditambah lagi, kontur kawasan yang menyerupai "kuali" membuat air dengan mudah menggenang dan merendam permukiman warga. Karena itu, ia mengusulkan pembangunan tanggul permanen sebagai solusi jangka panjang.

Menanggapi keluhan tersebut, Rico Waas menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan banjir di Kompleks BTN Medan Labuhan secara menyeluruh, bukan dengan penanganan yang bersifat sementara.

Rico meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) segera menyusun desain besar penanganan banjir beserta kebutuhan anggarannya.

"Kalau mau kita kerja, kita kerja jangan tanggung-tanggung. Kalau tanggung-tanggung, sampai kapan pun kita begini terus. Saya minta SDABMBK segera benahi dan laporkan kepada saya berapa kebutuhan pembiayaannya," tegas Rico Waas yang disambut tepuk tangan warga.

Menurut Rico Waas, kondisi geografis kawasan Kompleks BTN kini semakin kompleks dan mulai menyerupai rawa. Hal itu terlihat dari saluran pembuangan air yang terus tergenang, dipenuhi lumut, bahkan berubah warna menjadi hijau pekat.

Karena itu, selain pembenahan fisik secara bertahap, ia juga menginstruksikan pihak kecamatan melakukan pendataan elevasi atau ketinggian seluruh rumah warga sebelum dilakukan peninggian badan jalan agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Selain penanganan banjir, Rico Waas memastikan perbaikan jalan rusak juga segera dilaksanakan. Ia menyebut proses tender telah berjalan dan dalam waktu dekat jalan utama di kawasan tersebut akan dibeton.

"Terkait jalan rusak akibat genangan, proses tender sudah berjalan. Dalam waktu dekat material akan diuji dan pekerjaan pengecoran beton jalan utama mulai dari pintu masuk hingga kawasan masjid akan segera dilaksanakan," jelasnya.

Persoalan LPJU yang banyak mati juga menjadi perhatian warga. Titi, salah seorang warga, mengaku banyak lampu jalan yang tidak berfungsi, bahkan sebagian hilang karena dicuri. Kondisi tersebut membuat warga merasa tidak aman saat beraktivitas pada malam hari.

Menanggapi hal itu, Rico Waas langsung menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan agar segera memperbaiki seluruh lampu jalan yang rusak maupun mati. Ia juga meminta dilakukan koordinasi dengan PLN untuk mengganti tiang listrik yang sudah tidak layak.

"Saya minta Kadis Perhubungan segera memperbaiki lampu jalan yang mati atau rusak. Untuk tiang listrik yang kondisinya sudah tidak layak, segera koordinasikan dengan PLN agar segera diganti," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, warga lainnya, Sipahutar, juga menyampaikan harapan agar pelayanan administrasi kependudukan dapat lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, jarak menuju lokasi pengurusan dokumen kependudukan masih cukup jauh sehingga menyulitkan warga.

Dia juga berharap Pemerintah Kota Medan dapat membantu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Medan Labuhan, mengingat kawasan tersebut dikelilingi banyak kawasan industri namun masih banyak generasi muda yang kesulitan memperoleh pekerjaan.

Menjawab aspirasi tersebut, Rico Waas menjelaskan bahwa saat ini pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), sudah dapat dilakukan di kantor kecamatan masing-masing dan secara bertahap akan diterapkan di seluruh kecamatan di Kota Medan.

Selain itu, Pemko Medan juga akan kembali menghadirkan program Mal Pelayanan Publik (MPP) Roadshow agar pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat.

"Pengurusan KK dan KTP sekarang sudah bisa dilakukan di kantor kecamatan. Tahun ini, Insya Allah seluruh kecamatan sudah menerapkannya. Kami juga akan kembali menggelar MPP Roadshow untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Terkait lapangan pekerjaan, Rico Waas mengatakan Dinas Ketenagakerjaan akan membantu masyarakat memperoleh informasi lowongan kerja. Selain itu, warga juga dapat mengikuti proses wawancara kerja secara langsung melalui program yang tersedia di Mal Pelayanan Publik.

Mengakhiri dialog bersama warga, Rico Waas memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan segera ditindaklanjuti. Ia bahkan berkomitmen lebih sering turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap program pembenahan berjalan sesuai rencana.

"Kondisi Medan Labuhan, khususnya Kompleks BTN, menjadi perhatian penting bagi saya. Mudah-mudahan seluruh persoalan ini bisa kita benahi bersama demi kenyamanan masyarakat," pungkas Rico Waas. (A-Red)