AyoMedan.com – MEDAN. Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan. Kegiatan berlangsung di Jalan Setia Luhur Lingkungan V No. 73, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (18/7/2026), sesi pertama pukul 11.00 WIB.
Dalam kesempatan itu, Dame Duma tidak hanya menyosialisasikan pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan sosial pemerintah yang kini mengacu pada klasifikasi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dia menerangkan bahwa penerima bantuan sosial langsung diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori desil terbawah sesuai ketentuan pemerintah.
"Kalau ada warga yang belum menerima bantuan, bukan berarti tidak memenuhi syarat selamanya. Saat ini pemerintah memprioritaskan penerima bantuan langsung pada kelompok masyarakat yang masuk kategori desil terbawah sesuai kebijakan yang berlaku," jelasnya.
Pada sesi dialog, warga Kelurahan Dwikora, Umi Salamah, mempertanyakan kriteria penentuan desil, khususnya bagi masyarakat yang bekerja sebagai buruh bangunan.
Menanggapi hal tersebut, Dame Duma menjelaskan bahwa penentuan desil merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui pendataan sosial ekonomi, sehingga masyarakat dapat memastikan data kependudukan dan kondisi sosial ekonominya selalu diperbarui.
Sementara itu, warga Jalan Amal Luhur, Siti Nurhaliza, menyampaikan usulan agar Puskesmas rutin mengadakan pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS). "Kasus penyakit menular seksual kini mulai mengancam kelompok usia muda sehingga diperlukan langkah pencegahan sejak dini," ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Dame Duma menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan edukasi dan deteksi dini penyakit menular seksual.
Ia bahkan menawarkan kerja sama antara Klinik Garuda Pratama yang dikelolanya dengan Dinas Kesehatan maupun Puskesmas Medan Helvetia apabila program tersebut dapat direalisasikan pemerintah.
"Saya siap menyediakan tempat dan mendukung pelaksanaan pemeriksaan apabila nantinya ada program dari Dinas Kesehatan maupun Puskesmas. Tentunya pelaksanaannya harus sesuai ketentuan dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan," ujarnya.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Puskesmas Medan Helvetia, dr. H. Indra Gunawan, yang memberikan penjelasan mengenai upaya pencegahan penyakit menular seksual di Kota Medan.
Menurutnya, Puskesmas saat ini lebih mengedepankan edukasi kesehatan reproduksi kepada pelajar SMP dan SMA sebagai langkah preventif agar remaja memahami perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab.
Ia mengungkapkan bahwa pemeriksaan IMS dilakukan berdasarkan indikasi medis dan faktor risiko, mengingat pemeriksaan secara massal membutuhkan anggaran yang besar.
"Puskesmas Medan Helvetia sudah mampu melakukan pemeriksaan IMS, termasuk pemeriksaan HIV serta memberikan terapi sesuai standar pelayanan kesehatan bagi pasien yang memenuhi indikasi medis," jelasnya.
Dr. Indra juga menjelaskan bahwa pemeriksaan Pap Smear diperuntukkan bagi perempuan yang telah menikah sebagai upaya deteksi dini kanker leher rahim (serviks). Sementara pencegahan kanker serviks dilakukan melalui vaksinasi HPV yang telah menjadi program pemerintah dan diberikan kepada anak perempuan usia sekolah.
Ia menyambut baik tawaran kolaborasi dari Dame Duma dalam meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi kepada masyarakat melalui kegiatan di lingkungan maupun sosialisasi yang melibatkan Puskesmas.
"Ada pengobatan tertentu yang belum seluruhnya ditanggung oleh program BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat diimbau berkonsultasi terlebih dahulu dengan fasilitas kesehatan untuk mengetahui layanan yang dijamin sesuai ketentuan yang berlaku," tutupnya.
Dipenghujung kegiatan, Dame Duma juga menyampaikan bahwa menyambut HUT RI, Pemerintah Kota Medan memberikan diskon sebesar 50 persen pembayaran PBB kepada masyarakat.
Turut hadir, perwakilan Dinas Sosial, Kepling 11 Kelurahan Dwikora. (A-Red)