AyoMedan.com - MEDAN. Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Perbati) terus memperkuat konsolidasi organisasi di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pembinaan olahraga tinju nasional. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah penyegaran kepengurusan Perbati Provinsi Sumatera Utara dengan mendorong Zainuddin Lubis sebagai Ketua Perbati Sumut.
Ketua Umum Perbati, Ray Zulham Faras Nugraha, melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Benget Simorangkir, mengatakan hingga saat ini Perbati telah terbentuk di 28 provinsi di Indonesia. Sejak berdiri di tingkat pusat, organisasi tersebut telah menyelenggarakan berbagai kejuaraan nasional maupun internasional, termasuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia serta terlibat dalam berbagai agenda olahraga tinju berskala dunia.
Menurut Benget, Perbati Sumatera Utara juga telah aktif mengikuti sejumlah agenda nasional, mulai dari pelatihan wasit dan hakim hingga persiapan menghadapi kejuaraan di Manado yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Untuk memperkuat roda organisasi di Sumut, pengurus pusat mengusulkan Zainuddin Lubis sebagai Ketua Perbati Sumut menggantikan Syah Afandin atau Ondim.
"Beliau memahami organisasi Perbati dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan pembinaan tinju di Sumatera Utara. Kami optimistis di bawah kepemimpinan beliau, Perbati Sumut akan berkembang lebih baik," ujar Benget melalui sambungan telepon, Minggu (26/7/2026).
Benget menjelaskan, sebelumnya Syah Afandin menerima mandat langsung dari Ketua Umum Perbati sebagai Ketua Perbati Sumut.
Namun, seiring dinamika yang terjadi, organisasi memandang perlu melakukan penyegaran kepemimpinan agar pembinaan atlet dan pengembangan organisasi tetap berjalan optimal.
Melalui berbagai pertimbangan internal, pengurus pusat akhirnya mengusulkan Zainuddin Lubis sebagai figur yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen untuk memimpin Perbati Sumut.
Dia juga mengungkapkan bahwa kepengurusan Perbati Sumut sebenarnya telah dilantik secara nasional pada November 2025 di Bali bersama kepengurusan provinsi lainnya. Penyegaran kepemimpinan dilakukan sebagai bagian dari penguatan organisasi di daerah.
Ke depan, Perbati Sumut akan memprioritaskan konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Sejumlah daerah seperti Binjai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tanjungbalai, dan Asahan mulai diajak berkoordinasi untuk membentuk kepengurusan daerah.
Selain memperluas jaringan organisasi, Perbati juga akan melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, guna memperkenalkan organisasi sekaligus meminta dukungan terhadap pengembangan olahraga tinju amatir di Sumatera Utara.
Benget menegaskan Perbati merupakan organisasi yang memiliki legalitas yang jelas dan menjadi wadah pembinaan tinju amatir Indonesia yang berafiliasi dengan World Boxing. Karena itu, pihaknya berharap Perbati dapat berkontribusi dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Sumatera Utara hingga tingkat internasional.
Sementara itu, Zainuddin Lubis menyatakan kesiapannya menerima amanah tersebut. Ia menilai tugas memimpin Perbati Sumut bukanlah pekerjaan ringan, namun optimistis dapat dijalankan dengan dukungan seluruh pengurus pusat maupun daerah.
"Bismillah, Insyaallah saya siap mengemban amanah ini. Mohon doa dan dukungan seluruh pengurus, baik di tingkat pusat maupun Sumatera Utara. Semoga ke depan Perbati semakin maju, mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, serta mengharumkan nama Sumatera Utara dan Indonesia di kancah internasional," ujar pria yang akrab disapa Zai.
Prestasi Perbati di Tingkat Nasional dan Internasional
Hingga Juli 2026, Pengurus Besar Perbati yang berafiliasi dengan World Boxing dan diakui Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mencatat sejumlah capaian penting dalam pembinaan tinju nasional.
Salah satunya adalah sukses menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Tinju U-19 dan U-23 2026 yang berlangsung di Basket Hall Senayan, Jakarta, pada 3–16 Juli 2026. Ajang tersebut diikuti 329 petinju dari 20 negara Asia.
Pada kejuaraan tersebut, Indonesia berhasil melampaui target dengan meraih tujuh medali, terdiri atas satu emas, satu perak, dan lima perunggu. Medali emas dipersembahkan Anggie Intania Chalik di kelas 45–48 kilogram setelah mengalahkan petinju asal India. Raihan tersebut menjadi medali emas pertama Indonesia di level Asia setelah penantian selama 34 tahun.
Sebelumnya, Perbati juga menggelar Kejuaraan Nasional Tinju Perbati 2026 di Ragunan, Jakarta, pada 11–14 Februari 2026. Ajang yang diikuti sekitar 120 petinju dari berbagai daerah itu menjadi seleksi nasional menuju Kejuaraan Asia dan menghasilkan 49 atlet terbaik untuk mengikuti pemusatan latihan nasional sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Usai sukses menggelar Kejuaraan Asia, Perbati kini menargetkan menghidupkan kembali Kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden (President's Cup) pada 2027 sebagai ajang peningkatan kualitas dan jam terbang petinju Indonesia.
(A-Red)