Notification

×

Iklan


Iklan



Bursa Wirausaha Unggulan Digelar di USU, Rico Waas Dorong UMKM Berani Mulai dan Bertumbuh

Kamis, 20 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-20T15:25:22Z

AyoMedan.com - MEDAN. Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara digelar di Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026). Mengusung tema “Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak”, kegiatan ini menjadi wadah pertemuan pelaku usaha dengan pemerintah, akademisi, lembaga pembiayaan, serta mitra pengembangan usaha.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir dalam kegiatan tersebut bersama Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, Wakil Kepala BRIN Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., serta Deputi Bidang Kewirausahaan M. Riza Damanik.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas menilai potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Medan sangat besar. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung melalui berbagai stimulus, termasuk akses pembiayaan dan penguatan kapasitas pelaku usaha.

“Potensi UMKM kita sangat besar di Kota Medan. Bagaimana diberikan stimulus, baik dalam bentuk pinjaman maupun penguatan terhadap para pengusahanya, tentunya sangat baik. Apalagi pemerintah semakin terbuka dalam pembangunan usaha-usaha ini,” ujar Rico.

Menurut Rico, dukungan terhadap UMKM tidak hanya sebatas bantuan pembiayaan, tetapi juga perlu diarahkan pada peningkatan kemampuan pengelolaan usaha agar pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

Bursa Wirausaha Unggulan 

Sumatera Utara merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan kewirausahaan yang dilaksanakan di tujuh provinsi di Indonesia. Sumatera Utara menjadi provinsi ketiga setelah Bali dan Jakarta.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 pelaku UMKM dan calon wirausaha muda. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 UMKM mengikuti program inkubasi pembiayaan yang melibatkan Bank Mandiri, Bank BPN, BNI, Bank Sumut, dan Next Indonesia.

Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan literasi dan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan.

Sementara itu, sekitar 500 peserta lainnya mengikuti inkubasi berbasis teknologi dan peningkatan kompetensi melalui 11 lembaga inkubator di Sumatera Utara, termasuk USU. Program ini mencakup peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi, pemasaran, hingga produktivitas usaha.

Penguatan akses dan jejaring usaha juga dilakukan melalui business matching, expo, serta akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebanyak delapan pelaku UMKM terpilih mengikuti business matching untuk membuka peluang kerja sama usaha yang lebih luas dan berkelanjutan.

Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman dalam kegiatan tersebut menyampaikan arahan mengenai pentingnya penguatan ekosistem UMKM dan kewirausahaan nasional. 

Para pelaku usaha didorong tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga mampu bertumbuh, berinovasi, dan memberikan dampak bagi masyarakat maupun perekonomian.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan kunjungan ke Expo Island yang menampilkan berbagai produk wirausaha. Selain itu, peserta juga mengikuti Inspirational Talk & Sharing Session bersama sejumlah pakar dan praktisi.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh akses terhadap jejaring usaha, pembiayaan, legalitas dan perizinan, sertifikasi, pendampingan, hingga peluang mengikuti business pitching di hadapan mitra strategis.

Bursa Wirausaha Unggulan 

Sumatera Utara diharapkan semakin memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah serta mendorong lebih banyak masyarakat untuk berani memulai, mengembangkan, dan meningkatkan skala usahanya secara berkelanjutan.

Dengan dukungan pemerintah, dunia pendidikan, lembaga pembiayaan, dan mitra usaha, UMKM di Sumatera Utara diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (A-Red)