Notification

×

Iklan


Iklan



Menteri LH Apresiasi Langkah Dekarbonisasi PTPN IV PalmCo

Minggu, 23 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-23T07:18:46Z


AyoMedan.com - JAKARTA. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat, mengapresiasi inisiatif subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dalam mempercepat dekarbonisasi melalui pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT).

Jumhur mengatakan, langkah tersebut menunjukkan bahwa industri sawit yang dikelola BUMN memiliki ruang besar untuk berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca, sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru melalui pengelolaan limbah.

“Saya harus endorse kebaikan-kebaikan yang dilakukan PTPN IV PalmCo. Jadi dunia saat ini sangat menghargai mereka yang mau menghilangkan emisi gas rumah kaca, seperti yang dilakukan PalmCo,” kata Jumhur dalam kegiatan di PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Riau, Jumat (21/8/2026).

Saat ini, PTPN IV PalmCo telah mengoperasikan 12 instalasi methane capture dan mengembangkan pemanfaatan energi baru terbarukan di berbagai wilayah operasionalnya.

Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, co-firing, hingga dikembangkan menjadi compressed biomethane gas (CBG). PalmCo juga tercatat sebagai perusahaan perkebunan pertama di Indonesia yang aktif dalam perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon.

Meski demikian, Jumhur mendorong PTPN IV PalmCo untuk terus memperluas pemanfaatan EBT sekaligus meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap agenda transisi energi dan penurunan emisi di Indonesia.

“PTPN juga bisa memperluas pemanfaatan carbon trading dengan bekerja sama dengan investor. Manfaat besar akan diterima PTPN, termasuk carbon offset-nya juga bisa didapat. Kita siap memfasilitasi,” tuturnya.

Menurut Jumhur, pengembangan perdagangan karbon tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.

Ia menilai, tren perdagangan global semakin memberikan apresiasi terhadap produk yang mampu menunjukkan jejak lingkungan lebih baik, termasuk produk minyak sawit berkelanjutan atau sustainable CPO.

“Karena mereka betul-betul bisa mereduksi metan secara luar biasa,” paparnya.

Senada, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, mengatakan pengembangan energi terbarukan dan perdagangan karbon merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun bisnis perkebunan yang semakin berkelanjutan.

Menurutnya, PalmCo terus mengembangkan pemanfaatan limbah sawit agar tidak hanya dipandang sebagai residu produksi, tetapi juga dapat diolah menjadi sumber energi yang memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai tambah ekonomi.

“Kami melihat limbah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dikelola, tetapi juga sebagai sumber daya yang bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan lingkungan,” ujar Jatmiko.

Jatmiko menambahkan, pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG), pemanfaatan biogas untuk co-firing, penggunaan CBG, serta perdagangan karbon menjadi bagian dari upaya PalmCo menurunkan emisi dari kegiatan operasional sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.

PTPN IV PalmCo menargetkan pengoperasian hingga 60 instalasi methane capture pada 2030. Jumlah tersebut diproyeksikan mampu menekan emisi perusahaan hingga 71 persen dibandingkan skenario business as usual.

Target tersebut, kata Jatmiko, menjadi bagian dari komitmen PalmCo dalam mempercepat pencapaian target dekarbonisasi sekaligus memperkuat praktik perkebunan berkelanjutan.

Ia juga menyebut pemanfaatan teknologi methane capture dan EBT tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi turut memberikan nilai ekonomi melalui efisiensi operasional maupun penjualan produk energi yang dihasilkan.

“Ini wujud circular economy yang nyata. Mengolah limbah menjadi anugerah dan berkontribusi terhadap kemandirian energi negeri,” tutup Jatmiko. (A-Red)