Notification

×

Iklan


Iklan



Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Rico Waas: Pembangunan Harus Berdampak dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 17 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-17T11:23:47Z


AyoMedan.com - MEDAN. Suasana khidmat dan haru mewarnai Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Merdeka Medan, Senin (17/8/2026).

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bertindak sebagai inspektur upacara. Mengenakan busana adat tradisional Jawa, Rico Waas memimpin rangkaian upacara hingga prosesi pengibaran Bendera Merah Putih.

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap yang mengenakan busana adat Melayu, unsur Forkopimda Kota Medan, Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas, Staf Ahli TP PKK Kota Medan Martinijal Zakiyuddin Harahap, Pj. Sekda Medan Erfin Fahrurrazi, pimpinan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan (OKP), para veteran, serta jajaran ASN di lingkungan Pemko Medan.

Rangkaian upacara ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila oleh Rico Waas, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen.

Usai upacara, Rico Waas mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak boleh berhenti sebatas seremoni. 

Menurutnya, momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa masih banyak persoalan yang harus diperjuangkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Makna ini jangan menjadi hanya sekadar seremonial, tapi menjadi momentum penting bagi kita mengingat bahwasanya masih banyak yang harus diperjuangkan. Masih banyak masyarakat kita yang membutuhkan perhatian kita," ujar Rico Waas.

Ia menegaskan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kebijakan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Hal tersebut, juga harus menjadi perhatian dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) sebagai bagian dari proses penyusunan RAPBD Kota Medan 2027.

Rico meminta agar perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah diarahkan pada program-program prioritas yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, baik di sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan maupun penguatan ekonomi kerakyatan.

"Pembangunan infrastruktur, lalu bagaimana penguatan kesehatan dan pendidikan kita seperti sesuai dengan apa yang disampaikan Pak Presiden kemarin. Bagaimana penguatan puskesmas, sekolah-sekolah kita, sekolah-sekolah yang terintegrasi, bahkan teknologinya semakin baik, ada juga smart class," katanya.

Selain pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan dasar, Rico Waas juga mendorong adanya stimulus ekonomi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota tidak hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Perencanaan kita di 2027 mendatang yang sedang kita rancang hari ini harus benar-benar dilaksanakan pembangunannya dan benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat," tegasnya.

Karena itu, Rico meminta seluruh perangkat daerah memastikan setiap program dan anggaran yang direncanakan memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat. Ia juga meminta Pj. Sekda Medan Erfin Fahrurrazi melakukan pengawasan secara ketat terhadap proses penganggaran di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

"Jangan kita lalai, tidak terlihat, akhirnya terlihatnya menjadi pemborosan. Jadi itu betul-betul harus efektif, efisien, berdampak, dan berguna," ujarnya.

Serahkan Bingkisan kepada Veteran

Usai pelaksanaan upacara, Pemko Medan menyerahkan paket bingkisan kepada tujuh veteran kemerdekaan Indonesia. Penyerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi pemerintah kota atas jasa serta perjuangan para veteran dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan melalui tindakan-tindakan sederhana yang dapat memperkuat persatuan dan kebersamaan, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.

"Mari kita maknai dengan kita semakin mencintai. Dari apa dulu? Keluarga, lingkungan, gotong royong, pembangunan masyarakatnya, kedekatan dengan masyarakatnya, bagaimana toleransi tetap bisa dijaga, saling kita menguatkan," katanya.

Ia menekankan, kekuatan bangsa dan daerah dibangun melalui sikap saling menjaga, menghormati dan menguatkan. Karena itu, menurutnya, upaya mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar.

"Bersahabat antara satu dengan yang lainnya, mencintai satu dengan yang lainnya, menghormati satu dengan yang lainnya. Hal-hal itu kita bangun dengan gotong royong bersama. Mudah-mudahan kota kita makin baik," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Rico Waas turut menyampaikan doa bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah berduka. Ia berharap masyarakat yang terdampak dapat segera pulih, sementara mereka yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Kita mendoakan mudah-mudahan bisa segera pulih untuk NTT. Kita mendoakan juga untuk yang wafat, mudah-mudahan diberikan sisi terbaik di sisi Tuhan," ujarnya.

Rico juga berharap tidak ada lagi bencana yang melanda daerah lain di Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa dan menjaga kepedulian serta semangat gotong royong di tengah berbagai tantangan.

"Kita berdoa juga tidak ada lagi bencana-bencana di tempat lain di Indonesia. Kita bermohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya Tuhan yang bisa memberikan perlindungan kepada kita," tutupnya. (A-Red)