Notification

×

Iklan


Iklan



Guruh Soekarnoputra Wafat, Sutarto: Beliau Budayawan Hebat dan Sukarnois Sejati

Sabtu, 26 September 2026 Last Updated 2026-09-26T13:30:33Z


AyoMedan.com - MEDAN. Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan. Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno dan Fatmawati, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB dalam usia 73 tahun.

Jenazah Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di samping makam ibundanya, Fatmawati, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra. Ia mengenang almarhum sebagai sosok budayawan yang memiliki kontribusi besar terhadap bangsa, seni dan kebudayaan Indonesia, sekaligus kader yang memiliki kecintaan kuat terhadap ajaran Bung Karno.

"Beliau budayawan hebat, sumbangsihnya terhadap partai begitu besar dan Sukarnois sejati. Saya mengagumi sosok beliau," ujar Sutarto, Sabtu (26/9/2026).

Sutarto mengatakan, sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Guruh Soekarnoputra, DPD PDI Perjuangan Sumut menjalankan instruksi DPP PDI Perjuangan untuk mengibarkan bendera partai setengah tiang.

"Sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum, seluruh struktur partai hingga tingkat terbawah diinstruksikan mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari," jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Sumut itu menilai, Guruh Soekarnoputra merupakan sosok yang mendedikasikan hidupnya di bidang politik sekaligus kesenian. 

Menurutnya, kiprah almarhum tidak hanya memberi warna bagi kebudayaan Indonesia, tetapi juga memiliki arti penting bagi perjalanan PDI Perjuangan.

"Beliau pencipta lagu Mars PDI Perjuangan. Lagu tersebut menjadi lagu wajib dalam berbagai kegiatan partai," ungkap Sutarto.

Sutarto menambahkan, keluarga besar PDI Perjuangan Sumut merasakan kehilangan yang besar atas kepergian Guruh. Namun, ia menegaskan bahwa karya, pemikiran, serta semangat perjuangan almarhum akan terus dikenang dan menjadi bagian dari perjalanan bangsa.

"Kita menghormati dan menghargai karya-karya almarhum. Beliau selalu menegaskan bahwa fondasi jati diri bangsa harus memiliki identitas yang jelas, bukan sekadar menjadi warisan masa lalu," katanya.

Menurut Sutarto, Guruh juga kerap mengingatkan pentingnya generasi muda mengenal dan mencintai kebudayaan Indonesia. Pelestarian budaya, kata dia, harus ditanamkan sejak usia dini dan terus dipelajari sepanjang kehidupan agar kekayaan budaya bangsa tidak hilang.

"Semoga almarhum ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT," pungkasnya. (A-Red)