AyoMedan.com - MEDAN. Pendeta Micael memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan dalam memperkuat kerukunan dan mencegah potensi disharmonisasi serta konflik sosial di tengah masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Pendeta Micael usai mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Mitigasi Risiko Disharmonisasi dan Konflik Sosial di Masyarakat bagi para camat se-Kota Medan yang digelar di Le Polonia Hotel, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Menurut Pendeta Micael, kegiatan ini sangat penting bagi Kota Medan yang memiliki masyarakat dengan latar belakang suku, budaya dan agama yang beragam tetap harmonis .
"Menurut kami, kegiatan ini sangat penting sekali di kota yang multikultur dan multiagama seperti Medan," ujar Pendeta Micael kepada AyoMedan.com.
Didampingi Camat Amplas Zulfahmi Tarigan, Pendeta Michael menambahkan, bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Medan selama ini telah menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Menurutnya, komunikasi dan kesepahaman antarelemen masyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana.
"Kita hidup selama ini dalam kondisi yang harmonis. Kita memahami bahwa apabila kita duduk bersama, kita tidak saling curiga, tidak bersinggungan satu dengan yang lainnya. Inilah yang harus terus kita jaga," ungkapnya.
Pendeta Micael juga menyinggung penyelesaian persoalan yang sempat terjadi terkait pembangunan Gereja Pentakosta di Jalan Garu V, Kecamatan Medan Amplas.
Persoalan yang telah berlangsung hampir sembilan tahun, dan terselesaikan kurang lebih dua bulan menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama.
"Konflik di Gereja Pentakosta di Jalan Garu V Medan Amplas selesai dengan baik setelah bapak Rico Waas turun tangan, walau ada sedikit gesekan. Intinya, kita harus memahami bahwa itu menjadi ujian dan cobaan yang telah kita lalui bersama," jelasnya.
Pendeta juga mengapresiasi berbagai pihak yang terus membangun komunikasi dan mengambil bagian dalam proses penyelesaian persoalan tersebut, mulai dari Pemko Medan, FKUB, TNI, Polri, Kementerian Agama hingga unsur pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
"Termasuk peran Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, H. Sofyan, Camat Medan Amplas M. Zulfahmi Tarigan, Polda Sumut, lurah serta kepala lingkungan yang dinilai telah membantu proses penyelesaian persoalan terkait pembangunan gereja, hingga penyerahan PBG nya hari ini oleh bapak Wali Kota Medan," katanya.
Menurut Pendeta Micael, sinergi dan komunikasi lintas agama serta lintas institusi menjadi bagian penting dalam menjaga Kota Medan tetap aman, damai dan harmonis.
"Sekali lagi saya mewakili para jemaat dan pengurus gereja Pentakosta mengungkapkan terimakasih kepada Wali Kota Medan dan jajaran atas terselesaikannya konflik tersebut," pungkasnya. (A-Red)