Notification

×

Iklan


Iklan



Rico Waas Luncurkan 5 Aplikasi Layanan Publik, Dorong Integrasi Data Berbasis AI melalui WhatsApp

Kamis, 10 September 2026 Last Updated 2026-09-10T13:50:43Z


AyoMedan.com - MEDAN. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi meluncurkan lima inovasi aplikasi pelayanan publik sebagai bagian dari transformasi digital Pemko Medan. Inovasi tersebut ditujukan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, efisien, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat.

Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Rico Waas bersama Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi serta pimpinan perangkat daerah penggagas inovasi di Balai Kota Medan, Kamis (10/9/2026).
Lima inovasi yang diluncurkan yakni:
- PENGAWASMU (Pengawasan Medan Untuk Semua) dari Inspektorat Kota Medan. Aplikasi ini mendigitalisasi pengawasan internal, pemantauan tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan, konsultasi daring, whistleblowing system, pengelolaan data pengawasan, hingga penyajian informasi kinerja secara terpusat.

- FAST TRACK PD dari DPMPTSP Kota Medan, sebagai sistem monitoring perizinan dan investasi secara terpadu.

- SOREDAY (Stay One More Day) dari Dinas Pariwisata Kota Medan, berupa platform informasi pariwisata yang mudah, cepat, dan terpusat untuk mendukung promosi destinasi sekaligus mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal di Medan.

- SITANGKAS dari BPBD Kota Medan, yakni sistem informasi terintegrasi yang menghubungkan BPBD dengan petugas kecamatan dan kelurahan untuk pelaporan, pemantauan, serta pengelolaan data penanggulangan bencana secara real time.

- SIP-KURASI dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan. Sistem ini mendukung pendataan dan pendampingan UMKM berbasis data melalui proses kurasi produk serta penyaluran bantuan yang lebih terukur dan tepat sasaran.

Rico Waas mengapresiasi lahirnya kelima inovasi tersebut yang merupakan hasil gagasan dan kerja aparatur Pemko Medan. Namun, ia menegaskan bahwa inovasi pelayanan publik tidak boleh berhenti pada seremoni peluncuran.

"Sejak pertama saya menjadi Wali Kota, ini merupakan salah satu gagasan yang saya harapkan bisa terjadi, yaitu kick-off pengintegrasian data dari beberapa OPD yang ada di Kota Medan. Saya harap aplikasi ini bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan dan kita semuanya," ujar Rico Waas.

Di hadapan pimpinan perangkat daerah dan para camat, Rico juga menginstruksikan agar layanan publik dan pengaduan masyarakat ke depan dapat diintegrasikan melalui platform yang sudah akrab digunakan masyarakat, khususnya WhatsApp, dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, gagasan tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap penerapan aplikasi layanan publik di sejumlah kota besar di Indonesia. Pengembangan aplikasi mandiri dinilai belum optimal apabila masyarakat masih harus mengunduh berbagai aplikasi berbeda untuk mendapatkan layanan pemerintah.

"Melalui skema baru ini, masyarakat Medan kelak tidak perlu lagi mengunduh aplikasi tambahan untuk mengadu atau mengurus administrasi. Cukup mengirim pesan ke nomor WhatsApp resmi Pemko Medan, sistem AI akan merespons secara responsif dan manusiawi layaknya petugas lapangan," jelasnya.

Sistem tersebut nantinya dirancang untuk bekerja secara otomatis dengan mengidentifikasi lokasi, menerima dokumen pendukung seperti KTP, mencatat detail pengaduan, serta meneruskan laporan kepada perangkat daerah yang berwenang.

Dengan mekanisme tersebut, laporan masyarakat dapat langsung diarahkan kepada OPD yang menangani persoalan terkait. Misalnya, pengaduan mengenai banjir akan diteruskan kepada perangkat daerah yang memiliki kewenangan menangani persoalan tersebut.

"Setiap laporan yang masuk akan terhubung ke dashboard pimpinan, sehingga saya dapat memantau langsung apakah pengaduan sudah ditindaklanjuti atau belum," sebut Rico.

Sementara itu, Pj Sekda Kota Medan, Erfin Fahrurrazi dalam laporannya mengatakan, peluncuran lima inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Medan.

Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan pemerintahan digital dan kebijakan Satu Data Indonesia.

"Saat ini kita tengah membangun Medan Satu Data, sebuah ekosistem digital yang mengintegrasikan data sektoral, data kependudukan, hingga data layanan di masing-masing perangkat daerah," pungkas Erfin.
(A-Red)