Notification

×

Iklan


Iklan



Sutarto Desak Pemerintah Tuntaskan Penanganan Febiola, Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG

Rabu, 09 September 2026 Last Updated 2026-09-09T07:14:17Z


AyoMedan.com - MEDAN. Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, mendesak pemerintah memprioritaskan penanganan Febiola Purba (16), siswa asal Berastagi, Kabupaten Karo, yang hingga kini belum kunjung pulih setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hampir satu bulan berlalu sejak Febiola mengalami dugaan keracunan pada 13 Agustus 2026. 

Hingga Rabu (9/9/2026), Febiola telah menjalani perawatan di lima rumah sakit, yakni RS Kabanjahe, RS Amanda Karo, RS Efarina, RS Haji Medan, hingga RSUP H. Adam Malik Medan.

Dalam proses perawatan tersebut, Febiola disebut masih mengalami sejumlah keluhan serius, di antaranya kejang, lidah tertarik ke dalam, tubuh lemas, hingga gangguan ingatan.

Menanggapi kondisi tersebut, Sutarto meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penanganan Febiola hingga kondisinya kembali pulih.

"Hasil kajian pemeriksaan laboratorium agar transparan dibuka terkait jenis racun karena terkait penanganannya. Ini juga menjadi evaluasi total bagi kita bersama," kata Sutarto, Rabu (9/9/2026).

Sutarto mengungkapkan, dirinya telah menjenguk Febiola pada Sabtu (22/8/2026). Saat itu, menurutnya, kondisi Febiola masih memprihatinkan dan mengharuskannya menjalani perawatan di rumah sakit.

"Saat itu ia (Febiola) mengatakan tidak bisa berdiri terlalu lama. Kemudian dia meminta izin untuk berbaring ketika kami tengah berbincang dengannya. Ini menunjukkan kondisinya masih belum stabil," jelasnya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara itu juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah konkret dalam menangani kasus yang menimpa putri pasangan Icuk Sugiarto Purba dan Elvinus Lusiana Sitanggang tersebut.

Menurut Sutarto, perhatian pemerintah tidak hanya diperlukan terhadap kondisi korban, tetapi juga terhadap orang tua yang selama hampir sebulan harus mendampingi anaknya menjalani perawatan.

"Kita juga harus perhatikan bagaimana kondisi orangtuanya yang telah selama sebulan mendampingi anaknya di rumah sakit. Saya turut prihatin. Bagaimanapun, Febiola merupakan siswa yang berprestasi," ujarnya.

Sutarto menambahkan, pemerintah melalui BGN harus segera menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara para orang tua korban dengan DPRD Kabupaten Karo.

Dalam RDP tersebut, para orang tua korban disebut meminta kepastian terkait kompensasi, biaya pengobatan di rumah sakit, serta penanganan dan pemulihan anak-anak pasca kejadian dugaan keracunan MBG.

"Para orangtua meminta kompensasi, kepastian biaya rumah sakit hingga penanganan anak-anak pasca keracunan MBG ini," imbuhnya.

Selain memastikan penanganan dan pemulihan para korban, Sutarto juga mendesak pemerintah melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap dugaan keracunan tersebut. Ia meminta pihak yang terbukti lalai atau bertanggung jawab diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan.

"Saya bisa memahami kecemasan para orang tua yang anaknya tertimpa musibah tersebut. Kita inginkan kejadian serupa tidak boleh terulang lagi," tegasnya.
(A-Red)