AyoMedan.com - MEDAN. Kurang lebih 34 tahun, Nuhayani Siregar harus menjalani kehidupan di rumah berdinding papan dan kayu. Atap yang bocor hingga kondisi bangunan yang tak layak huni menjadi bagian dari keseharian warga Jalan Air Bersih, Gang Amal Bakti No. 5, Kecamatan Medan Kota ini.
"Selama bertahun-tahun, harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak terus dipanjatkan. Bersyukur sekali sekarang rumahnya sudah bagus atas perhatian bapak Rico Waas secara langsung. Pak Wali datang ngecek langsung," kata Nurhayani Siregar, kepada wartawan disela-sela kunjungan Wali Kota Medan, Sabtu (5/10) sore.
Sebab, Nuhayani dan keluarganya telah mengajukan bantuan program bedah rumah selama delapan tahun.
Akhirnya doa dan harapan itu perlahan terwujud. Rumah Nuhayani mendapat bantuan renovasi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kota Medan di era Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Rumah yang sebelumnya didominasi papan dan kayu itu mulai berubah menjadi bangunan permanen. Dinding sudah menjadi batu bata yang diplester, proses pembangunannya telah berlangsung sekitar satu bulan.
Bagi keluarga Nuhayani, perubahan tersebut bukan sekadar renovasi bangunan, melainkan jawaban atas penantian panjang mereka.
Anak pemilik rumah, Sri Herawati Pulungan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemko Medan, khususnya Wali Kota Rico Waas.
"Terima kasih banyak Pak Wali Kota Medan Rico Waas. Dengan program RTLH ini, rumah kami sudah terbangun. Sebelumnya hanya papan dan kayu, Alhamdulillah sekarang sudah permanen," ujarnya.
Ia berharap program tersebut terus berjalan selama kepemimpinan Rico Waas, sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang mendapatkan bantuan serupa.
"Mudah-mudahan program ini berjalan terus untuk warga kurang mampu seperti kami," harapnya.
Bagi Nuhayani dan keluarganya, perubahan rumah yang selama puluhan tahun menjadi tempat berteduh itu menjadi harapan baru.
Rumah yang dahulu hanya berdinding papan dan kayu, kini perlahan berubah menjadi hunian permanen yang lebih layak dan nyaman untuk ditinggali.
Selain itu, Sri juga menyampaikan persoalan terkait data desil keluarganya kepada Wali Kota Rico Waas. Ia berharap data tersebut dapat diperbaiki sehingga keluarganya tidak mengalami kendala dalam memperoleh program PKH, bantuan pemerintah lainnya.
"Tadi kami juga menyampaikan kepada Pak Wali soal desil kami yang tidak sesuai. Kami mohon diturunkan dan respons Pak Wali sangat baik dan terbuka," ungkapnya.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung melihat progres pembangunan rumah Nurhayani. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pengerjaan rumah warga yang mendapat bantuan RTLH berjalan sesuai dengan kebutuhan sekaligus mendengarkan langsung harapan penerima bantuan.
"Ini saya cek lagi, sudah proses dan mulai jadi. Ada beberapa yang perlu diatensikan, seperti saluran air dan catnya," ucap Rico.
Didampingi Kadis Perkimcikataru Jhon Ester Lase, Kadis Kominfo Arrahman Pane, para Kabag, Camat dan Lurah, Rico juga menyampaikan, Pemko Medan saat ini terus membenahi rumah-rumah warga yang tidak layak huni melalui program RTLH.
Total target yang disiapkan mencapai 213 unit rumah yang tersebar di berbagai kecamatan wilayah Kota Medan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 111 unit rumah saat ini sudah masuk tahap pengerjaan.
"Ada 111 unit rumah sedang pengerjaan dan sudah berjalan 40 hari. Ini menjadi program atensi kita, RTLH. Kami cek terus rumah-rumah warga untuk kita benahi," ujar Rico.
Diketahui, sekitar rumah Nurhayani ada tiga rumah lainnya yang mendapat bantuan renovasi rumah tidak layak huni. Yakni satu rumah dinJalan Air Bersih, Gang Amal Bakti No. 5, Jalan Air Bersih No. 68, dan rumah di Gang Rela berjumlah dua unit. (A-Red)