AyoMedan.com - MEDAN. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memastikan Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera membenahi infrastruktur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simalingkar, Jalan Bunga Rawe, Kecamatan Medan Tuntungan.
Hal itu disampaikan Rico kepada wartawan saat meninjau langsung kondisi TPU Simalingkar, Jumat (2/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan pemakaman sekaligus melihat berbagai fasilitas yang masih membutuhkan pembenahan.
Didampingi Kadis LH Melvi Marlabayana dan Camat Medan Tuntungan Berani Perangin-angin dan Lurah, Rico mengatakan, kebutuhan lahan pemakaman menjadi salah satu persoalan yang harus mendapat perhatian Pemko Medan. Menurutnya, sejumlah kawasan di Kota Medan masih membutuhkan tambahan lahan pemakaman yang layak dan mudah diakses masyarakat.
"Kita melihat bagaimana kondisi TPU ini, bagaimana tingkat kelayakannya. Dari topografinya menurut saya sangat baik. Lahannya juga luas dan masih bisa dimanfaatkan masyarakat," ujar Rico.
Namun, Rico menilai persoalan utama saat ini berada pada akses dan infrastruktur jalan menuju bagian dalam TPU. Meski sejumlah ruas jalan sudah dalam kondisi baik, masih terdapat bagian jalan yang rusak dan perlu segera ditangani.
"Yang perlu kita benahi adalah infrastrukturnya. Untuk masuk sampai ke bagian tengah sudah cukup bagus, tetapi untuk mencapai bagian paling ujung jalannya masih cukup rusak. Maka dari itu, ini akan kita benahi segera mungkin," tegasnya.
Rico menjelaskan, Pemko Medan akan menyiapkan perencanaan pembenahan secara matang agar seluruh kawasan TPU dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dengan luas lahan sekitar 10 hektare, TPU Simalingkar diperkirakan masih mampu menampung sekitar 13.000 hingga 14.000 makam.
"Kalau kita lihat, tempatnya rindang, tinggi dan kondisinya cukup baik. Kapasitasnya masih bisa menampung sekitar 13 ribu, bahkan mungkin 14 ribu lebih. Tinggal bagaimana kita membenahi infrastrukturnya," jelasnya.
Selain jalan, Rico juga menyoroti kebutuhan fasilitas pendukung lainnya, seperti musholah, drainase dan area parkir. Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut harus masuk dalam perencanaan agar TPU tidak hanya memiliki lahan yang luas, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
"Parkir juga perlu kita pikirkan, mungkin di dalam perlu ada lapangan parkir atau area parkir di tengah-tengah, karena kawasan ini cukup jauh ke dalam. Jadi perencanaannya harus semakin matang sehingga fasilitas ini benar-benar bisa digunakan masyarakat," katanya.
Rico juga meminta agar sistem drainase di kawasan TPU diperhatikan. Menurutnya, aliran air harus ditata dengan baik untuk mencegah terjadinya genangan maupun kondisi jalan yang licin saat hujan.
"Di sini pembuangan airnya harus jelas sampai nanti ke sungai. Saat ini pembuangannya masih natural, mengikuti jalan. Saya rasa perlu dibuat aliran-aliran, walaupun bukan aliran besar, yang penting air bisa mengalir dengan baik sehingga tidak menimbulkan genangan maupun membuat jalan licin," ungkapnya.
Tidak hanya infrastruktur, Rico turut meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan melakukan penataan terhadap blok-blok pemakaman yang sudah ada.
Ia menekankan pentingnya kejelasan penanda dan pembagian blok agar masyarakat lebih mudah menemukan lokasi makam.
"Saya sampaikan kepada DLH, penataan dan penandanya harus benar-benar dibuat. Blok-blok pemakaman harus semakin jelas. Masyarakat harus mudah mencari, misalnya blok sekian, nomor sekian, sehingga tidak kesulitan ketika mencari makam keluarganya," ujar Rico.
Rico menegaskan, pembenahan TPU Simalingkar akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan perangkat daerah terkait. Selain perbaikan akses jalan, penataan drainase, parkir, blok makam dan fasilitas pendukung lainnya akan menjadi bagian dari perencanaan Pemko Medan.
"Ini fasilitas untuk masyarakat. Jadi bukan hanya soal lahannya, tetapi bagaimana seluruh fasilitasnya kita siapkan dengan baik sehingga benar-benar layak dan bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (A-Red)