AyoMedan.com - MEDAN. Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE, mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai panduan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, memperkuat persatuan, serta mewujudkan keadilan sosial.
Pesan tersebut disampaikan David Roni saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Garu VI, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (27/9) Pukul 11.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, David mengajak masyarakat tidak hanya menghafal lima sila Pancasila, tetapi juga memahami dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, tidak cukup dimaknai sebatas pengakuan terhadap Tuhan, tetapi juga harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati keyakinan dan agama orang lain.
"Kalau kita ingin dihormati, sewajarnya kita juga harus menghormati orang lain. Ketuhanan Yang Maha Esa juga mengajarkan kita untuk menghargai keyakinan dan perbedaan yang ada di tengah masyarakat," ujar David.
Ia mengatakan, keberagaman merupakan bagian penting dari kehidupan bangsa Indonesia. Perbedaan agama, suku, budaya maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauhkan diri.
David mengibaratkan keberagaman seperti taman yang dipenuhi berbagai jenis bunga. Menurutnya, keberadaan berbagai warna dan jenis justru membuat taman menjadi lebih indah.
"Keragaman itu penting. Bayangkan kalau semuanya seragam, tentu tidak akan seindah ketika kita memiliki berbagai macam warna. Begitu juga Indonesia yang memiliki banyak agama, suku dan budaya. Perbedaan itu harus kita rawat dengan sikap saling menghormati," katanya.
Selanjutnya, David menjelaskan implementasi Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, khususnya di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
"Jangan karena mendapatkan berita langsung kita percaya dan sebarkan. Hari ini banyak berita hoaks beredar. Karena itu, literasi sangat penting. Kita harus mampu memfilter informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya," tegasnya.
David Roni juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya para ibu, dalam membentuk generasi penerus bangsa yang memiliki wawasan, karakter dan kecintaan terhadap Indonesia.
Menurutnya, pendidikan nilai-nilai kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga pendidikan, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.
Sementara dalam Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan,
Politikus muda Partai PDIP ini mengingatkan masyarakat agar mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
"Kalau ada masalah, jangan langsung mengedepankan emosi. Utamakan musyawarah untuk mencari solusi bersama," ujarnya.
Sedangkan Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menurut David, harus diwujudkan melalui perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan serta pemenuhan hak-hak warga negara.
"Rakyat miskin dipelihara negara. Tetapi saat ini yang kita lihat masih banyak warga miskin yang terlantar tanpa mendapatkan bantuan dari negara. Ini menjadi perhatian kita bersama bagaimana nilai keadilan sosial benar-benar dirasakan seluruh masyarakat," katanya.
David berharap kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, tokoh masyarakat Drs. Arifin Umar menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap pembinaan wawasan kebangsaan yang digelar David Roni Ganda Sinaga dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya dalam memahami kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Semoga dengan kegiatan wawasan kebangsaan ini menjadi pencerahan bagi masyarakat dalam bernegara," ucapnya. (A-Red)