Notification

×

Iklan


Iklan


Nurul Hasanudin: 5 Kota di Sumatera Utara Masih Terjadi Inflasi yoy Tertinggi

Selasa, 04 Juli 2023 Last Updated 2023-07-04T02:29:06Z
Teks foto, Nurul Hasanudin saat pers

Ayomedan.com - Medan, Juni 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) gabungan lima kota di Sumatera Utara (Sibolga, Pematangsiantar, Medan, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli) sebesar 2,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,54.


Dari lima kota IHK di Sumatera Utara, inflasi yoy tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 3,88 persen dengan IHK sebesar 117,60 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,01 persen dengan IHK sebesar 114,7 persen. Sedangkan Tingkat inflasi month to month (mtm) Juni 2023 sebesar 0,31 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) Juni 2023 sebesar 0,68 persen.


"Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks harga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,36 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,30; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,90 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Nurul Hasanudin dalam siaran persnya, Senin (03/07/2023).


Kemudian, lanjutnya lagi, kelompok kesehatan sebesar 2,03 persen; kelompok transportasi sebesar 11,82 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,29 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 7,57 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,55 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,38 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,09 persen.


“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yoy pada Juni 2023, antara lain bensin, beras, rokok kretek filter, angkutan dalam kota, daging ayam ras, bawang putih, dan sewa rumah. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi yoy, antara lain cabai merah, bawang merah, minyak goreng, cabai rawit, angkutan udara, tomat, dan cabai hijau,” ujarnya.


Sementara itu, sambung Nurul, beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm pada Juni 2023, antara lain daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, bawang putih, sawi hijau, bakso siap santap, dan rokok kretek filter. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi mtm, antara lain, bensin, ikan tongkol/ambu-ambu, jeruk, ikan dencis, angkutan udara, pepaya, dan emas perhiasan.


Nurul Hasanudin juga menyebutkan, pada Juni 2023, seluruh kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi yoy, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,12 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,19 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,24 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,05 persen.


"Selanjutnya kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen; kelompok transportasi sebesar 1,19 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,13 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,03 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,25 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,30 persen," pungkasnya. (A-Red).