Notification

×

Iklan


Iklan


Tepat Satu Suro, Wong Chun Sen Lakukan 'Ritual Cuci Ratusan Benda Pusaka'

Kamis, 20 Juli 2023 Last Updated 2023-07-20T01:15:31Z



Ayomedan.com - Medan, Memasuki Tahun Baru 1445H atau juga dikenal dengan bulan 'Suro', para pemilik benda pusaka di seluruh Indonesia mempunyai tradisi ritual pencucian benda pusaka yang biasa disebut jamasan pusaka dalam bahasa Jawa. Dan tradisi ini juga dilakukan  pihak Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.


Ritual mencuci benda pusaka tersebut juga dilakukan oleh Anggota DPRD kota Medan, Drs Wong Chun Sen (foto), yang merupakan sosok pecinta benda-benda pusaka berupa keris, tongkat maupun arca yang kental dengan nilai spritual, yang dilakukan di kediamannya Jalan Budi Pembangunan III No 1-D Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat Kota Medan, Rabu (19/07/23).


Diawali dengan ritual khusus yang dibimbing Suhu Rudi yang akrab dipanggil Ki Bambu, bersama Mpu Keris pun memulainya dengan mencuci benda pusaka seperti keris, tombak, rantai, maupun arca dan lukisan yang berasal dari zaman Kerajaan Sriwijaya, Singosari, Majapahit, Pajajaran, Banten, Mataram, Madura, Bugis dan Aceh.


Disela-sela kegiatan, Wong Chun Sen menyebutkan bahwa kegiatan ini setiap tahunnnya. "Ritual ini rutin saya lakukan sejak 10 tahun silam. Saat itu saya memiliki dua keris, kemudian bertambah hingga saat ini kurang lebih 200 keris termasuk benda pusaka lainnya," kata Wong.


Adapun maksud dan tujuan, pelaksanaan pencucian dan memandikan benda pusaka ini, tak lain untuk melestarikan budaya dan nilai leluhur bangsa. "Selain itu itu agar benda-benda tersebut lebih terawat," ujarnya.


Nah mengenai ada aura magic atau spritual, Wong pun menyatakan bahwa koleksi pusaka yang dimilikinya tentunya ada, namun kita merawatnya sebagai pelestarian budaya.


"Kita ingin melestarikan budaya dari leluhur dan sebagai bentuk penghormatan kepada pembuat keris atau benda pusaka yang telah membuat ciri khas khusus dari benda pusaka," ucap Wong yang merupakan legislatif DPRD Medan asal Fraksi PDI Perjuangan.


Menurutnya, setiap benda pusaka mengandung banyak makna. Karena merupakan buah hasil karya cipta orang-orang terpilih (sakti) pada zamannya. Yang memiliki falsafah kehidupan, kearifan, sumber inspirasi, dan motivasi diri.


“ Benda pusaka ini dipelihara dengan cara dijamasi atau dicuci, dibersihkan. Jadi memang itu sudah sebagai perlambang keyakinan,” jelas dia.


Sementara itu, Ki Bambu yang memimpin pelaksanaan cuci keris milik Anggota DPRD Medan Wong Chun Sen Tarigan menjelaskan, bahwa pencucian benda pusaka atau jamasan pusaka merupakan ritual yang dilakukan setiap tahun dibulan Suro.


Hal tersebut dilakukan karena benda pusaka, berupa keris, dianggap sakral sehingga perlu dipelihara dan dirawat.


Menurut Ki Bambu, benda pusaka sebagai visualisasi dari laki-laki yang artinya imam atau pemimpin.
“Salah satu visualisasi itu adalah keris atau pusaka. Kalau pusakanya itu terawat dengan baik, tentu dia akan berakhlak baik. Kalau pusakanya tidak pernah dirawat, tentu sebaliknya,” tuturnya.


Selain itu, lanjutnya , benda pusaka juga dapat diartikan sebagai penggambaran diri seseorang. "Alhasil, benda pusaka harus selalu dirawat dengan cara dicuci setiap pergantian tahun," pungkasnya.
(A-Red)