Notification

×

Iklan


Iklan




Ketua Permabudhi Sumut Hadiri Perayaan Tri Suci Waisak ke 2568 BE Bersama Ribuan Umat Budha se-Sumut

Minggu, 23 Juni 2024 Last Updated 2024-06-23T07:25:27Z



AyoMedan.com - Medan,  Ketua Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd. bersama ribuan umat budha se Sumatera Utara menghadiri perayaan hari Tri Suci Waisak Dharmasanti 2568 BE
yang dilaksanakan di Maha Vihara Maitreya Jalan Boulevard Utara No. 6 Komplek Cemara Asri Kabupaten Deli Sedang Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (22/06/2024) malam.


Pada Perayaan Hari Tri Suci Waisak Dharmasanti 2568 BE tersebut dibuka dengan doa bersama oleh Maha Biksu Anggasara Mahatera, Bikhu Widya Darma Tera.


Tampak hadir, Ketua Persatuan Umat Budha Indonesia Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd. B, Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) wilayah Sumut, Dr. Briliam Muktar, SE, MM, Pebimas Buddha Provinsi Sumatera Utara, Budi Sulistiyo, S.Ag., M. Pd. B, Pj. Gubernur Sumatera Utara, yang diwakili oleh Penyelenggara Bimas Buddha Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang,
Ketua Mapanbumi Sumatera Utara, para anggota dan Sanggha, para majelis agama Buddha di Sumatera Utara dan umat Buddha kota Medan dan Deliserdang.


Dalam kesempatan itu, Ketua Permabudhi Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B mengaku sangat senang menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak Dharmasanti 2568 BE yang dilaksanakan di Maha Vihara Maitreya berjalan sukses dan lancar yang hadiri sekitar 1700 an umat Buddha kota Medan dan Deliserdang.


Wong yang juga Sekretaris Komisi 2 DPRD Medan ini mengucapkan terimakasih kepada Pebimas Buddha Provinsi Sumatera Utara, Budi SulistiyoSulistiyo,  S.Ag., M. Pd. B, ysng telah memberi inspirasi dan menjembatani kegiatan hari Tri Waisak 2568/2024. Termasuk seluruh panitia yang telah bersusah payah, agar kegiatan perayaan Waisak bersama hari ini terlaksana dengan tertib, lancar dan berjalan dengan semestinya.


Dijelaskan Wong, perayaan Waisak adalah memperingati tiga (3) peristiwa penting yakni masa kelahiran, pencapaian Sammasambuddha dan patin ni Ana Buddha Gautama.


"Semoga suri tauladan sang Buddha Gautama bisa menjadi tuntunan dan pedoman hidup kita dalam keseharian, sehingga kita bisa mencapai pencerahan kebatinan dan bebas dari rantai samsara," tuturnya.


Adapun tema hari Waisak tahun ini yakni 'Kesadaran keberagaman jalan hidup luhur,  harnonis dan bahagia'.
Tema ini sebut Wong adalah mengajak kita semua tanpa terkecuali bahwa kehidupan luhur itu hanya dapat direalisasikan ketika kita mampu menjalankan,  memahami dan mempraktekkan nilai nilai dhamma ajaran buddha itu sendiri. 


"Semoga tekad dan semangat Buddhist yang ada didalam diri kita semua, kita dapat merealisasikan momentum Waisak ini untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa agar tercipta perdamaian dunia dan kedamaian di negara kesatuan republik Indonesia yang sangat kita cintai ini, salam cinta kasih, namo Budhaya, namo amitohofo," ujar Wong Chun Sen di dampingi Ang Pun Siong yang juga wakil ketua Permabudhi Sumut.


Sementara itu dalam sambutannya, Pebimas Buddha Provinsi Sumatera Utara, Budi Sulistiyo  S.Ag., M. Pd. melalui momentum hari raya Tri Suci Waisak ini mengajak seluruh umat Buddha khususnya di Sumatera Utara untuk melihat kembali kebelakang kisah hidup Buddha Gautama yang telah mengajarkan perlunya perjuangan. Umat Buddha yang menyambut Waisak dengan penuh kesadaran dan meneladani sifat-sifat luhur Buddha,s mampu memaknai arti Waisak yang sesungguhnya. Penghormatan atau puja tertinggi pada Buddha adalah dengan melaksanakan Dhamma dalam berbagai segi kehidupan, baik kehidupan sehari-hari, beragama, berbangsa dan bernegara.


"Oleh karena itu, Bapak dan Ibu sekalian yang berbahagia tidak perlu membanding-bandingkan dengan orang lain, tetapi harus memiliki batin yang teduh terhadap diri kita sendiri untuk bisa berbuat lebih baik lagi. Saya meyakini dan mempercayai umat Buddha di Sumatera Utara akan menjalankan ajaran hidup Buddha Gautama, kita semuanya akan tetap pada perbuatan yang benar dan hidup berkerukunan yang harmonis," pungkasnya.(A-Red)