Notification

×

Iklan


Iklan




Mengalami Kontraksi sebesar 17,16 %, Arridel Mindra : Realisasi Pendapatan Negara di Sumut Hingga 31 Mei 2024 Mencapai Rp 14,52 triliun (32,31 %)

Jumat, 28 Juni 2024 Last Updated 2024-06-28T04:57:27Z



AyoMedan.com - Medan, Walaupun terdapat beberapa kontraksi dalam indikator ekonomi tertentu, kinerja Kementerian Keuangan dalam hal pengelolaan APBN di Sumatera Utara, masih menunjukkan pertumbuhan yang positif secara keseluruhan. 


Hal ini terlihat dari belanja negara yang tumbuh signifikan, khususnya belanja bantuan sosial, belanja pegawai, dan belanja barang, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Realisasi pendapatan negara di Provinsi Sumatera Utara (Sumut ) hingga 31 Mei 2024 mencapai Rp 14,52 triliun, atau sekitar 32,31 % dari target yang telah ditetapkan," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (Kakanwil DJP) Sumut I, Arridel Mindra dalam konferensi pers Realisasi APBN Regional Sumut bulan Juni 2024 untuk realisasi s/d 31 Mei 2024, diruang Rampak Gedung Keuangan Negara Medan, Jalan P. Diponegoro No.30 A Medan, Jum'at (28/06/2024) pagi.


Namun, sambung Arridel, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, realisasi pendapatan ini mengalami kontraksi sebesar 17,16 %.


“Sumber utama pendapatan negara adalah penerimaan perpajakan yang mencapai Rp12,34 triliun atau 31,56 % dari target. Pendapatan ini mengalami kontraksi sebesar 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jenis pajak dengan pertumbuhan tertinggi adalah Pajak Penghasilan (PPh) final yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 30 %,“ ungkap Arridel yang juga menjabat Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Wilayah Sumatera Utara ini.




Dalam konferensi pers yang turut dihadiri Kepala Kanwil DJPb Sumut, Kanwil DJBC Sumut, Kanwil DJKN Sumut, Kepala Kanwil DJP Sumut dan Kepala Balai Diklat Keuangan Medan, perwakilan OJK dan perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Arridel Mindra kembali menyampaikan penerimaan kepabeanan dan cukai juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara.


"Bea masuk mencapai Rp 242,98 miliar, tumbuh signifikan sebesar 132,23 % (yoy). Namun, bea keluar mengalami kontraksi sebesar 6929,74 % (yoy) dengan total penerimaan Rp 44,39 miliar. Penerimaan cukai mencapai Rp58,15 miliar, mengalami kontraksi sebesar 50,13 % (yoy). Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 1.230,24 miliar atau 64,07 % dari target, tumbuh 5,23 % (yoy)," terangnya.


Ditambahkan Arridel, realisasi belanja negara di Sumatera Utara hingga 31 Mei 2024 mencapai Rp24,95 triliun atau 36,52 % dari pagu anggaran. "Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, realisasi belanja ini tumbuh sebesar 14,57 %," ujarnya.


Dijelaskan Arridel, belanja negara yang terdiri dari belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 8,72 triliun atau 36,14 persen dari pagu anggaran, tumbuh 22,22 % (yoy).


“Belanja pegawai tumbuh sebesar 14,35 % (yoy), dengan realisasi mencapai Rp 4,04 triliun. Belanja barang tumbuh sebesar 37,74 % (yoy), dengan realisasi Rp3,72 triliun. Namun, belanja modal mengalami kontraksi sebesar 8,61 % (yoy), dengan realisasi Rp925,58 miliar. Belanja bantuan sosial tumbuh signifikan sebesar 98, 4 persen (yoy), dengan realisasi Rp 21,99 miliar,“ tuturnya.


Sedangkan untuk Transfer ke Daerah (TKDD), lanjutnya lagi, sudah mencapai Rp 16,23 triliun atau 36,73 % dari total anggaran TKDD, tumbuh 10,84 % (yoy).


“TKDD terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, Dana Desa, dan Dana Insentif Fiskal Defisit APBN di Sumatera Utara hingga 31 Mei 2024 mencapai Rp 10,43 triliun, yang terkontraksi sebesar 145,31 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Defisit ini terutama disebabkan oleh terkontraksinya pendapatan negara di Sumatera Utara, sementara realisasi belanja mengalami pertumbuhan yang signifikan," ucapnya.


Disampaikan Arridel, hingga 31 Mei 2024, penyaluran Ultra Mikro (UMi) di Sumatera Utara telah disalurkan kepada 41.639 debitur dengan total penyaluran mencapai Rp215,68 miliar. Penyaluran ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 100,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


“Sektor dominan penyaluran UMi adalah sektor perdagangan besar dan eceran, yang mencapai 99,76 % dari total penyaluran," pungkasnya.(A-Red)