AyoMedan.com – Medan.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mempercepat langkah pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumut sejak November 2025. Selain mendorong penutupan perusahaan perusak lingkungan, Bobby juga mengalokasikan anggaran hingga Rp430 miliar untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.
Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, sejumlah bencana yang terjadi di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga diduga kuat berkaitan dengan kerusakan hutan dan lingkungan akibat aktivitas korporasi.
Menyikapi temuan itu, Bobby secara tegas merekomendasikan penindakan terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai merusak kawasan hutan.
“Tutup saja perusahaan itu. Termasuk TPL,” tegas Bobby setibanya di Lanud Soewondo, Medan, usai enam hari meninjau langsung lokasi bencana di Tapteng dan Sibolga.
Tak berselang lama, pada 11 Desember 2025, pemerintah pusat resmi menghentikan operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL), perusahaan bubur kertas yang selama ini disorot atas dampak lingkungannya. Bangun 1.000 Huntap untuk Korban
Selain penertiban sektor lingkungan, Pemprov Sumut juga bergerak cepat menyiapkan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Sebanyak 1.000 unit huntap kini mulai dibangun melalui kolaborasi Yayasan Buddha Tzu Chi dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Huntap tersebut ditargetkan sudah dapat dihuni sebelum Ramadhan 2026.
Di luar itu, Pemprov Sumut juga merencanakan pembangunan tambahan 200 unit huntap dengan anggaran Rp12 miliar, setara dengan skema bantuan pemerintah pusat, yakni Rp60 juta per unit.
Tanam Sejuta Pohon,
sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang, Bobby juga menggagas gerakan penghijauan dengan menanam sejuta pohon.
Program ini diluncurkan bersama Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, di Kompleks Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (11/1/2026).
“Bencana ini menjadi pelajaran besar. Bukan hanya bagaimana kita menangani bencana, tetapi bagaimana kita mencegahnya dengan menjaga alam,” ujar Bobby.
Rp430 Miliar untuk Lima Sektor Prioritas Untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak, Bobby mengalokasikan Rp430 miliar anggaran khusus yang difokuskan pada lima sektor prioritas:
Infrastruktur: Rp275 miliar
(perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, sumber daya air, serta rehabilitasi rumah)
Komunikasi dan Informatika: Rp1,68 miliar
Pendidikan: Rp36,8 miliar
Kesehatan: Rp6,9 miliar
Bantuan Keuangan untuk Pemda Terdampak: Rp110 miliar
Dalam rapat koordinasi bersama Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Senin (12/01/2026), Bobby menegaskan sebagian anggaran pendidikan akan disesuaikan untuk mendukung pemulihan.
“Kita lakukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana. Anggaran pendidikan kita bagi dua untuk infrastruktur dan program SPP gratis di daerah bencana,” kata Bobby.
Dengan langkah tegas menutup perusak hutan, pembangunan ribuan huntap, penghijauan massif, serta dukungan anggaran ratusan miliar rupiah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan pemulihan pascabencana berlangsung cepat, berkelanjutan, dan lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa depan. (A-Red)