Notification

×

Iklan


Iklan



BI Sumut Dorong Digitalisasi Lewat Gerakan Pangan Murah Berbasis QRIS, Harga Bahan Pokok Dijaga Stabil Jelang Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 Last Updated 2026-03-17T22:05:00Z



AyoMedan.com – Medan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, menegaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah berbasis QRIS tidak hanya difokuskan pada upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, tetapi juga sebagai langkah strategis mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran di tengah masyarakat.


“Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperluas penggunaan QRIS,” ucap Rudy usai meninjau langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Sukaramai, Selasa (17/3/2026) bersama Gubernur Sumut, Bobby Nasution.


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta kelancaran distribusi pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Idulfitri 1447 Hijriah yang tinggal beberapa hari lagi.


Dalam kunjungan itu, Rudy Brando juga meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar di lokasi pasar. "Program ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi, di antaranya ayam ras beku seharga Rp40 ribu per kilogram, beras SPHP Rp58 ribu per 5 kilogram, serta Minyakita Rp31 ribu untuk kemasan 2 liter," terangnya.


Menariknya, seluruh transaksi dalam program ini dilakukan secara non-tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital masyarakat.


“Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta aparat kepolisian untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat,” jelasnya.


Melalui sinergi tersebut, diharapkan inflasi daerah tetap terkendali serta daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang perayaan Idulfitri.