Notification

×

Iklan


Iklan



Dame Duma Serap Aspirasi Warga Helvetia, Soroti Layanan Kesehatan dan Administrasi Kependudukan

Sabtu, 11 April 2026 Last Updated 2026-04-11T07:07:35Z


AyoMedan.com - Medan. Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bekerja nyata bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Medan Helvetia. Hal itu disampaikannya keratusan masyarakat saat menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Kota Medan No.4 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, pertemuan bersama warga Jalan Makmur Lingkungan 5, Kelurahan Cinta Damai, Sabtu (11/4/2026), sesi pertama pukul 11.00 WIB.



Dalam sambutannya, Dame Duma menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat yang telah mengantarkannya hingga periode ketiga menjadi motivasi untuk terus memperjuangkan aspirasi warga.


“Kami bisa duduk di sini karena ibu dan bapak semua yang memilih kami. Jadi kalau ada kesulitan, jangan ragu datang kepada kami. Kami tidak sekadar berjanji, tapi bekerja nyata, turun langsung membantu masyarakat,” ujarnya.


Duma juga mengakui bahwa tugas sebagai wakil rakyat tidak ringan, karena harus siap melayani masyarakat kapan saja, bahkan hingga larut malam.


“Kalau kita tidak bekerja memang tidak capek, tapi kalau benar-benar turun membantu masyarakat, itu memang melelahkan. Namun kami tetap siap, bahkan sampai tengah malam jika masyarakat membutuhkan,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Dame Duma menyoroti pentingnya sinergi dengan pihak kesehatan, khususnya Puskesmas Helvetia, untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Ia meminta agar pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes tidak dipersulit dalam mendapatkan obat.


“Jangan hanya diberi obat satu minggu. Kasihan masyarakat harus bolak-balik ke puskesmas, apalagi biaya dan waktu mereka terbatas,” tegasnya.


Politikus Partai Gerindra ini juga mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi, termasuk dalam kepemilikan Kartu Keluarga (KK) dan data penerima bantuan sosial. Menurutnya, data yang sudah terintegrasi secara nasional dapat memengaruhi kelayakan penerima bantuan.


“Kalau ada anggota keluarga yang sudah bekerja dan berpenghasilan, sebaiknya dipisahkan dari KK. Begitu juga jika terlibat aktivitas seperti judi online, itu bisa berdampak pada pencabutan BPJS,” jelasnya.


Dalam sesi dialog, beberapa warga menyampaikan berbagai keluhan. Salah satunya disampaikan 


Abnernson Simarmata, warga  Jalan Sempurna bertanya terkait persoalan tunggakan BPJS Mandiri yang dinilai memberatkan masyarakat kurang mampu.
"Kalau masyarakat itu mampu, pasti iuran BPJS nya tidak menunggak," tuturnya.


Menanggapi persoalan tersebut, Dame Duma meminta pihak terkait diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih berpihak kepada masyarakat. "Terutama bagi peserta yang menunggak, karena keterbatasan ekonomi," paparnya.



Keluhan lain datang dari Kristina, warga Lingkungan 8 Cinta Damai, yang mempertanyakan prosedur pengurusan KK akibat banjir yang harus disertai surat keterangan dari kepolisian.


Menjawab hal itu, Dame Duma mempersilakan warga untuk datang ke Rumah Aspirasi miliknya di Jalan Bringin II No.77 Helvetia, agar dapat dibantu oleh tim nya hingga proses pengurusan selesai.


Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Helvetia, dr. H. Indra Gunawan, menyampaikan bahwa pihaknya siap melayani masyarakat yang membutuhkan konsultasi kesehatan.


“Silakan datang ke Puskesmas, dengan catatan menghubungi saya terlebih dahulu. Sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat dilayani,” ujarnya.


Dia juga menjelaskan bahwa pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi, jantung, dan diabetes akan dimasukkan dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), yang memungkinkan pasien mendapatkan obat untuk jangka waktu lebih lama.


“Dengan program Prolanis, pasien bisa mendapatkan obat hingga satu bulan, sehingga tidak perlu sering datang ke Puskesmas. Selain itu, program UHC juga berlaku untuk seluruh masyarakat Kota Medan,” jelasnya.


Perwakilan Dinas Sosial, Linda Silalahi menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan validasi ulang terhadap data Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tidak aktif.


“Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas yang datang untuk melakukan pendataan agar bantuan tepat sasaran,” katanya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Medan Helvetia, M. Lutfi., serta Sekretaris Kelurahan Cinta Damai, Surya.



Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial. (A-Red)