Notification

×

Iklan


Iklan



Rakerwil I Apeksi 2026 Dibuka, Wali Kota Medan Tekankan Penguatan Fiskal dan Kolaborasi Antar Kota

Senin, 20 April 2026 Last Updated 2026-04-19T23:15:50Z





AyoMedan.com - Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas yang juga menjabat sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), menekankan pentingnya penguatan fiskal dan kolaborasi antar daerah dalam konferensi pers pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Apeksi Tahun 2026 di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (19/4/2026).


Dalam forum yang diikuti 24 pemerintah kota tersebut, Rico menegaskan Rakerwil bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk saling belajar dan berbagi solusi dalam menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks.


“Kita harus menetapkan diri menjadi kota-kota yang tangguh untuk mendukung Indonesia yang kuat. Strategi fiskal yang tepat sangat krusial, karena dampaknya baru terasa dua hingga tiga tahun ke depan,” kata Rico Waas.


Dia juga menyoroti pentingnya membangun “kota tangguh”, terutama pasca terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, kesiapan fiskal serta sistem tata kelola yang adaptif menjadi kunci agar pemerintah kota tidak gagap dalam menghadapi krisis.


Di hadapan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Direktur Eksekutif Apeksi Alwis Rustam, serta para kepala daerah lainnya, 


"Kekuatan fiskal daerah harus dikelola secara kreatif dan berkelanjutan, guna menopang pembangunan jangka panjang sekaligus respons cepat terhadap kondisi darurat," ucap Rico.


Dalam kesempatan itu, Rico juga mengingatkan para wali kota untuk terbuka dan tidak ragu belajar dari daerah lain. Ia mencontohkan Kota Medan yang mengadopsi berbagai praktik baik, termasuk dalam penataan trotoar dan pengelolaan ruang terbuka hijau. Menurutnya, semangat berbagi menjadi esensi utama Apeksi.


“Kita tidak perlu malu bertanya. Justru dari situ kita bisa menemukan solusi yang mungkin belum ada di kota kita sendiri,” ujarnya.


Selain isu fiskal, Rico turut menekankan pentingnya pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan. Ia menyebut pendidikan harus inklusif dan berbasis teknologi, salah satunya melalui pengembangan smart class di sekolah negeri.


Di sektor kesehatan, Rico memaparkan keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) di Kota Medan, di mana masyarakat cukup menggunakan KTP untuk mengakses layanan kesehatan.


“Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi utama. Kita tidak ingin ada ketimpangan layanan antar kota,” ucapnya.


Rakerwil I Apeksi 2026 mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat” dan menjadi bagian dari rangkaian menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi yang direncanakan berlangsung di Kota Medan dengan tema besar “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”.


Rangkaian kegiatan turut diisi dengan aksi sosial dan lingkungan, seperti penanaman pohon, bantuan bagi korban banjir, serta pameran produk ekspor daerah.


Dengan semangat kolaborasi yang ditekankan dalam forum ini, Rico optimistis kota-kota di Indonesia dapat tumbuh lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika pembangunan nasional.


Rakerwil Komwil I Apeksi berlangsung pada 19–22 April 2026. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan perayaan hari jadi ke-821 Kota Banda Aceh serta dihadiri puluhan wali kota dari berbagai daerah yang tergabung dalam organisasi tersebut. (A-Red)