AyoMedan.com - Medan. Suasana mendadak berubah tegang di wilayah hukum Polres Labuhan Batu pada Senin (6/4/2026), setelah ditemukan sebuah benda mencurigakan yang kemudian teridentifikasi sebagai bom militer jenis mortir berukuran cukup besar di lingkungan Balai A, Kecamatan Rantau Selatan. Temuan tersebut langsung mendapat perhatian serius karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.
Merespons cepat informasi dari seorang pelajar bernama Fikrayansyah Hasibuan (18) ini, Tim Penjinak Bom (Jibom) Unit Komposit Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Utara yang dipimpin IPDA Bambang Sudirmanto, S.H., segera bergerak ke lokasi usai melaksanakan apel kesiapan bersama jajaran Polres Labuhan Batu.
Setibanya di tempat kejadian, tim langsung melakukan identifikasi dan memastikan objek tersebut merupakan mortir dengan panjang sekitar 42 cm dan diameter 8 cm.
Dengan mengedepankan profesionalisme serta standar operasional prosedur yang ketat, tim kemudian mengamankan mortir tersebut dan membawanya ke lokasi disposal yang telah ditentukan. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara terukur, mulai dari sterilisasi area, doa bersama, hingga pengarahan teknis kepada personel sebelum pelaksanaan disposal.
Ketegangan sempat menyelimuti proses disposal yang berlangsung dengan penuh kehati-hatian dan konsentrasi tinggi. Setelah melalui tahapan sesuai prosedur, termasuk waktu pengamanan (waktu endap), bom militer tersebut akhirnya berhasil diurai dengan aman dan terkendali, sehingga tidak lagi menimbulkan ancaman bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Polres Labuhan Batu sebagai bentuk sinergitas dalam menjaga keamanan wilayah. Usai proses disposal, tim melaksanakan konsolidasi, pengecekan peralatan, serta serah terima berita acara sebagai bagian akhir dari kegiatan.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han., mengingatkan seluruh personel agar dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya yang berisiko tinggi, tetap mengutamakan keselamatan, disiplin terhadap prosedur, dan profesionalisme guna mencapai hasil maksimal tanpa mengabaikan faktor keamanan.
"Peristiwa ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan dan profesionalisme Brimob dalam merespons setiap potensi ancaman, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat," ucap Dansat Brimob. (A-Red)