Notification

×

Iklan


Iklan



Camat Sunggal Klarifikasi Foto Wabup Deli Serdang Kusam di Kantor Kecamatan, Sebut Akibat Cuaca dan Human Error

Sabtu, 06 Juni 2026 Last Updated 2026-06-06T12:24:12Z


AyoMedan.com - SUNGGAL. Pemberitaan terkait respons Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, atas kondisi pasfoto dirinya yang terlihat kusam dan terpasang di salah satu ruangan Kantor Camat Sunggal menjadi perhatian publik.

Menanggapi hal tersebut, Camat Sunggal, M. Guntur Endar Bumi Nasution, S.STP, memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi 
AyoMedan.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu (6/6/2026) sore.

Guntur menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam pemasangan foto Wakil Bupati yang tampak buram tersebut. Menurutnya, kondisi foto dipengaruhi faktor cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Kecamatan Sunggal.

"Foto itu terlihat buram akibat cuaca yang cukup ekstrem dalam beberapa waktu terakhir. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan atap dimana foto itu berada mengalami kebocoran. Sehingga air hujan menetes dan pada bingkai serta permukaan foto," ujarnya.

Dia menjelaskan, begitu kondisi tersebut diketahui, pihak kecamatan langsung mengambil langkah cepat dengan mengganti foto Wakil Bupati dengan yang baru.

"Begitu diketahui, foto tersebut langsung kami ganti. Tidak ada unsur kesengajaan sama sekali," katanya.

Guntur juga mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kelalaian internal yang tidak disengaja atau human error. 
Sebagai bentuk evaluasi dan pembinaan, pihaknya telah memberikan Surat Peringatan (SP) 1 kepada petugas yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pemeliharaan atribut pemerintahan di lingkungan kantor kecamatan.

"Ini murni human error. Namun demikian, anggota yang membidangi urusan tersebut sudah diberikan Surat Peringatan (SP) 1 agar ke depan lebih teliti dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya," tegasnya.

Untuk itu, Guntur menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan bahwa jajaran Kecamatan Sunggal tetap menghormati serta menjunjung tinggi simbol-simbol pemerintahan, termasuk foto resmi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dipasang di lingkungan kantor pemerintahan.

"Kami memohon maaf atas kejadian ini. Ke depan, pengawasan terhadap sarana dan atribut pemerintahan akan kami tingkatkan agar hal serupa tidak terulang kembali," tutupnya. (A-Red)