Notification

×

Iklan


Iklan



Bank Indonesia Gelar Sumatra Investment Day 2026, Perkuat Daya Tarik Investasi dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Sumatera

Jumat, 24 Juli 2026 Last Updated 2026-07-24T13:44:40Z


AyoMedan.com - MEDAN. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Sumatra Investment Day (SID) 2026 sebagai forum strategis promosi investasi untuk memperkuat posisi Pulau Sumatera sebagai kawasan investasi yang kompetitif dan berdaya saing global.

Kegiatan yang berlangsung, Kamis (23/26) ini mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, investor, serta pemilik proyek (project owner) guna mempercepat realisasi investasi berkualitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sumatera.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Utara, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, para gubernur se-Sumatera, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnain, Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, Direktur Departemen Regional Bank Indonesia Tri Yanuarti, para konsul jenderal dan konsul kehormatan, serta investor dari Indonesia, Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Jepang, dan India.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, mengatakan Sumatera memiliki berbagai keunggulan strategis, mulai dari letak geografis yang berada di jalur perdagangan maritim internasional hingga potensi ekonomi yang terus berkembang.

"Perekonomian Sumatera pada 2026 tumbuh sebesar 5,13 persen (year on year) dan diprakirakan tetap berada di atas 5 persen dengan tingkat inflasi yang terjaga pada sasaran 2,5 persen ± 1 persen," ucapnya.

Ameriza mengajak para investor memanfaatkan berbagai peluang investasi unggulan yang dipromosikan melalui sesi one-on-one meeting bersama para pemilik proyek.

"Keberhasilan investasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap Sumatra Investment Day menjadi momentum untuk mempercepat realisasi investasi berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera yang inklusif dan berkelanjutan," sebutnya.

Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Sulaiman Harahap menegaskan Sumatera memiliki potensi sumber daya alam dan proyek strategis yang sangat besar. 

"Investasi tidak hanya diharapkan meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM, mengembangkan komoditas unggulan daerah, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui proses investasi yang cepat, transparan, dan akuntabel," katanya.

Sementara itu, Direktur Departemen Regional Bank Indonesia, Tri Yanuarti, menjelaskan bahwa investasi tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Sumatera. 

Untuk mendukung hal tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penjagaan likuiditas, penyempurnaan insentif likuiditas makroprudensial, pelonggaran kebijakan makroprudensial, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan ekonomi-keuangan yang inklusif.

"Upaya tersebut juga diperkuat melalui sinergi promosi investasi lewat Investor Relations Unit (IRU), Regional Investor Relations Unit (RIRU), dan Global Investor Relations Unit (GIRU)," ujarnya.

Di sisi lain, Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata ke depan akan berfokus pada quality tourism dengan meningkatkan nilai belanja wisatawan melalui pengembangan wisata budaya, ekowisata, wisata alam, wisata kuliner, wellness tourism, hingga bleisure tourism.

Sedangkan Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ichsan Zulkarnain, menekankan pentingnya percepatan hilirisasi dan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) guna meningkatkan daya saing investasi di Sumatera.

"Melalui penyelenggaraan Sumatra Investment Day 2026, Bank Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, sehingga mampu mendorong transformasi ekonomi Sumatera menjadi lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," tutupnya. (A-Red)