Notification

×

Iklan


Iklan



BI Sumut dan IFC Gelar Medan Fashion Trend 2026, Angkat Wastra Lokal Naik Kelas hingga Tembus Pasar Global

Jumat, 24 Juli 2026 Last Updated 2026-07-24T10:47:22Z

AyoMedan.com - MEDAN. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan menggelar Medan Fashion Trend 2026 di DeliPark Mall Medan pada 23–26 Juli 2026. 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 ini bertujuan memperkuat ekosistem industri fesyen dan wastra berbasis UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun global.

Mengusung tema "From Invisible to Iconic", Medan Fashion Trend 2026 menghadirkan beragam agenda, mulai dari fashion parade, talkshow inspiratif, workshop penguatan merek bagi desainer muda, pameran fesyen, Kids Fashion Competition, hingga kompetisi desain busana. 

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai wadah pembelajaran, promosi, dan kolaborasi guna meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas merek, serta memperluas akses pasar bagi pelaku industri kreatif Sumatera Utara.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, mengatakan sektor fesyen berbasis wastra memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, kekayaan budaya seperti ulos, songket, tenun, batik daerah, dan kain etnik harus terus dikembangkan melalui inovasi desain agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

"Bank Indonesia berkomitmen terus mendukung pengembangan industri fesyen sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif Sumatera Utara. Kekayaan ulos, songket, dan tenun perlu terus diinovasikan melalui desain berkualitas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ameriza saat membuka Medan Fashion Trend 2026, Kamis (23/7).

Turut hadir, National Chair IFC Lenny Agustin dan Chair IFC Chapter Medan Nila Mojo. Sebanyak 163 desainer UMKM Sumatera Utara ambil bagian dengan menampilkan 15 koleksi (looks) pada pembukaan serta 521 koleksi sepanjang pagelaran berlangsung. Sejumlah desainer nasional, seperti Deden Siswanto dan Gregorius Vici, juga turut meramaikan ajang tersebut.

Lenny Agustin menilai Medan Fashion Trend menjadi ruang kolaborasi strategis untuk mengangkat wastra lokal sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 

"Sinergi antara desainer, perajin, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar kreativitas lokal mampu terhubung dengan pasar yang lebih luas," sebutnya.

Dalam setiap peragaan busana, berbagai wastra khas Sumatera Utara diolah menjadi koleksi modern melalui eksplorasi warna, motif, kombinasi material, hingga desain busana siap pakai. 

"Inovasi tersebut menunjukkan bahwa warisan budaya tetap relevan dengan perkembangan tren fesyen sekaligus menjadi identitas yang memperkuat daya saing produk lokal," kata Lenny .

Kolaborasi Medan Fashion Trend dengan KKSU 2026 menjadi langkah nyata dalam memperkuat keterkaitan sektor ekonomi kreatif dengan pengembangan UMKM unggulan, khususnya subsektor fesyen berbasis wastra. 

"Melalui produk yang inovatif, berkualitas, dan sesuai kebutuhan pasar, diharapkan manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh perajin, desainer, pelaku UMKM, hingga seluruh rantai industri fesyen," jelasnya.

Bank Indonesia bersama IFC Chapter Medan juga mengajak masyarakat untuk mendukung penggunaan produk fesyen dan wastra lokal. 

"Sejalan dengan semangat KKSU 2026, "Dari Lokal ke Global" dan "Naik Kelas, Tembus Batas", karya-karya fesyen Sumatera Utara diharapkan semakin dikenal, dipercaya, dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional," tutup Lenny. (A-Red)