AyoMedan.com - MEDAN. Anggota DPRD Kota Medan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Dame Duma Sari Hutagalung, mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka sebagai langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga berbagai tindak kriminal yang melibatkan remaja.
Pesan tersebut disampaikan Dame Duma saat menggelar Reses Masa Sidang VI Tahun Sidang 2025-2026, sesi ketiga, di Jalan Beringin II, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (26/7).
Menurutnya, rasa cinta terhadap tanah air harus diwujudkan dengan menjaga generasi muda dari pengaruh negatif yang kini semakin mengkhawatirkan.
"Saya mengajak seluruh orang tua untuk lebih peduli terhadap anak-anaknya. Kalau anak belum pulang hingga pukul 22.00 WIB pada hari sekolah, segera hubungi dan cari tahu keberadaannya. Jangan sampai kita terlambat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Dame Duma mengaku prihatin dengan semakin maraknya penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas di kalangan remaja. Bahkan, ia menerima aspirasi masyarakat yang mengkhawatirkan perilaku anak-anak muda hingga mengusulkan adanya pemeriksaan kesehatan sebagai upaya deteksi dini.
"Orang tua jangan lengah. Tanggung jawab membina anak dimulai dari keluarga. Jangan sampai anak terjerumus karena kurangnya pengawasan," katanya.
Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, Dame Duma juga menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan sosial pemerintah. Ia menegaskan, penentuan penerima bantuan kini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) berdasarkan kategori desil sehingga tidak bisa lagi dimanipulasi.
"Persyaratan bantuan sekarang sangat ketat. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan kondisi ekonomi masyarakat. Data penerima tidak bisa diubah sembarangan," jelasnya.
Politikus Partai Gerindra ini juga mengimbau masyarakat untuk memperbarui data administrasi kependudukan, termasuk Kartu Keluarga (KK), pekerjaan, alamat domisili, hingga anggota keluarga yang sudah bekerja agar tidak menimbulkan kendala saat proses verifikasi bantuan.
Dalam dialog bersama warga, berbagai persoalan turut disampaikan, mulai dari lampu penerangan jalan yang tetap menyala pada siang hari, kondisi drainase yang kurang baik, hingga potensi banjir di kawasan Medan Helvetia.
Menanggapi hal itu, Dame Duma meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat.
"Saya tidak ingin setiap reses warga menyampaikan keluhan yang sama. Semua aspirasi kami dokumentasikan dan segera kami teruskan kepada dinas terkait agar dapat ditindaklanjuti," tegasnya.
Di bidang kesehatan, Dame Duma juga menceritakan pengalamannya membantu seorang bayi yang membutuhkan perawatan intensif namun kesulitan memperoleh ruang ICU di sejumlah rumah sakit.
"Berkat koordinasi dengan berbagai pihak, bayi tersebut akhirnya mendapat ruang perawatan di RSUD Amri Tambunan dan berhasil melewati masa kritisnya," jelasnya.
"Kalau memang masyarakat membutuhkan bantuan, khususnya di bidang kesehatan, selama masih bisa kami bantu tentu akan kami perjuangkan," katanya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Kota Medan menjelaskan bahwa agen pendamping hanya membantu proses pendaftaran bantuan sosial secara daring. Penetapan penerima bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Sosial berdasarkan hasil verifikasi data.
"Untuk Program Keluarga Harapan (PKH), penerima diprioritaskan berasal dari kelompok desil 1 dan 2, sedangkan bantuan sembako diberikan kepada masyarakat pada kelompok desil 1 hingga 4. Adapun Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan mengikuti ketentuan pemerintah pusat," ujarnya.
Perwakilan UPT SDABMBK Wilayah Barat, Agustina Simbolon, menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik dan berharap pembangunan lanjutan dapat direalisasikan tahun ini apabila tidak terkendala efisiensi anggaran.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menutup seluruh saluran drainase di depan rumah tanpa menyediakan lubang kontrol, karena hal tersebut menyulitkan petugas saat melakukan pembersihan.
"Kami berharap masyarakat ikut menjaga drainase agar pembersihan lebih mudah dilakukan sehingga potensi banjir dapat diminimalkan," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, SDABMBK Kota Medan, Camat Medan Helvetia, serta Sekretariat DPRD Kota Medan. (A-Red)