Notification

×

Iklan


Iklan



Afif Abdillah: Program Nasional Prabowo Selaras dengan Prioritas Pemko Medan

Sabtu, 15 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-14T23:05:12Z



AyoMedan.com - MEDAN. Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, menilai sejumlah program yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI selaras dengan program dan kebijakan Pemko Medan.
Hal itu disampaikan Afif usai mengikuti siaran langsung Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung DPRD Kota Medan, Jumat (14/8/2026).

Afif mengatakan, salah satu program yang sejalan adalah revitalisasi Puskesmas. Menurutnya, Pemko Medan telah mengalokasikan anggaran pada 2026 untuk meningkatkan dan merevitalisasi fasilitas Puskesmas.

"Saya melihat apa yang sudah dilaksanakan di Kota Medan banyak yang selaras dengan apa yang tadi disampaikan Presiden. Contohnya Puskesmas. Presiden menyampaikan kalau bisa seluruh Indonesia ada perbaikan atau revitalisasi Puskesmas. Medan kan sudah menganggarkan pada 2026 seluruh Puskesmas untuk direvitalisasi," kata Afif.

Dia menambahkan, sejumlah program nasional yang disampaikan Presiden Prabowo berpeluang diakomodasi dalam kebijakan Pemko Medan pada 2027. Terlebih, DPRD Medan saat ini tengah membahas KUA-PPAS dan RAPBD 2027.

"Jadi, ada beberapa yang tadi disampaikan Pak Presiden yang menjadi program nasional. Bagaimana kita bisa menyelaraskan? Kebetulan memang kita sedang membahas KUA-PPAS dan RAPBD 2027," ujarnya.

Selain sektor kesehatan, Afif menyebut pendidikan juga menjadi salah satu bidang yang perlu mendapat perhatian. Ia menilai pemerataan dukungan pendidikan masih perlu diperkuat, khususnya bagi sekolah yang membutuhkan.

"Pendidikan kita kan belum rata ke seluruh sekolah yang membutuhkan. Maka dari itu, kemungkinan di KUA-PPAS kita akan bahas nanti di Badan Anggaran agar bisa menyesuaikan dengan apa yang menjadi program nasional," jelasnya.

Menurut Afif, program daerah yang memiliki keselarasan dengan kebijakan pemerintah pusat dapat diintegrasikan untuk memperkuat pelaksanaannya di Kota Medan.

"Walaupun di daerah kita punya program sendiri, mana yang bisa kita ambil untuk partisipasi dalam program nasional, sepertinya arahnya lebih bagus ke sana juga. Jadi, tahun ini kita sudah fokus di kesehatan. Saya rasa untuk Puskesmas, tahun depan kita bisa fokus di pendidikan juga," katanya.

Terkait revitalisasi Puskesmas, termasuk penguatan fasilitas layanan rawat inap di 21 kecamatan, Afif menjelaskan tidak seluruh Puskesmas di Medan memiliki layanan rawat inap. Sebagian masih memberikan layanan rawat jalan.

"Tidak semua Puskesmas rawat inap, ada beberapa Puskesmas masih rawat jalan. Tapi memang mengarah kebijakan nasional lebih ke rawat inap sekarang," ungkapnya.

Ia juga menyoroti perlunya penguatan layanan kesehatan tingkat pertama agar penanganan penyakit tertentu dapat dilakukan di Puskesmas sesuai ketentuan dan kewenangan layanan kesehatan.

"Ada 144 penyakit yang tidak boleh ditangani di rumah sakit, harus ditangani di Puskesmas. Maka itu yang harus menjadi fokus pemerintah kota dalam revitalisasi yang ada sekarang," katanya.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan ini mengungkapkan, dalam pembahasan tahun sebelumnya terdapat usulan pembangunan tiga Puskesmas baru. Namun, ia belum mengetahui secara rinci perkembangan pembangunan tersebut karena pembahasan KUA-PPAS 2027 belum memasuki pembahasan bersama masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

"Yang diajukan ke kami tahun lalu ada tiga Puskesmas baru. Mungkin itu kita bisa coba tanyakan nanti bagaimana prosesnya, progresnya, dan apakah rawat inap sudah dimasukkan ke dalamnya," ujarnya.

Saat ditanya mengenai lokasi tiga Puskesmas tersebut, Afif mengatakan pihaknya belum melihat secara detail perkembangan program tersebut.

"Ada beberapa. Secara detail kemarin belum kita lihat progresnya, karena kondisinya kita lagi bahas," tuturnya.

Ia menambahkan, setelah pembahasan KUA-PPAS selesai, DPRD Medan akan memanggil OPD terkait untuk mendapatkan penjelasan mengenai progres program, termasuk pembangunan Puskesmas.

"Jadi KUA-PPAS kita belum ke masing-masing dinas. Nanti setelah KUA-PPAS kita selesai, kita akan panggil dinas masing-masing, termasuk Perkim. Kita akan tanyakan sampai mana progresnya," pungkasnya. (A-Red)