Notification

×

Iklan


Iklan



Hasto dan Djarot Groundbreaking Kantor DPC PDIP Samosir, Tekankan Keberpihakan kepada Rakyat Kecil

Sabtu, 15 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-15T12:44:47Z


AyoMedan.com – SAMOSIR. Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat memimpin prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Hasto didampingi Tim Hukum Johannes Oberlin Tobing serta juru bicara partai Aryo Seno Bagaskoro dan Mohamad Guntur Romli.

Setibanya di lokasi, rombongan DPP PDI Perjuangan disambut Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon, Sekretaris DPD Sutarto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir Osvaldo Simbolon, jajaran Fraksi PDI Perjuangan DPRD Samosir, serta ratusan kader dan tokoh masyarakat.

Penyambutan berlangsung khidmat dengan persembahan tarian tradisional khas Batak Toba, Tari Tor-Tor.

Prosesi peletakan batu pertama berlangsung lancar. Hasto Kristiyanto, Djarot Saiful Hidayat dan Rapidin Simbolon secara bergantian meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kompleks Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir.
Kompleks kantor tersebut dirancang mencakup gedung utama, aula pertemuan hingga patung Bung Karno. 

Pembangunannya ditargetkan rampung pada Januari 2027.

Dalam pidato pengarahannya, Hasto menyampaikan salam sekaligus amanat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Hasto menegaskan, pembangunan kantor partai tidak boleh hanya berorientasi pada kemegahan fisik. Menurutnya, kantor partai harus memiliki roh kebudayaan, bersekutu dengan ilmu pengetahuan serta menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat, khususnya rakyat kecil.

"Setiap saya datang ke Samosir ini, Ibu Megawati selalu menitipkan pesan bahwa ini adalah bumi yang membentuk peradaban dunia. 
Karena itu, ketika kita membangun kantor DPC PDI Perjuangan ini, fungsinya bukan sekadar rumah untuk konsolidasi politik, rekrutmen atau kaderisasi," ujar Hasto.

"Kantor ini harus bersekutu dengan ilmu pengetahuan dan memancarkan semangat keberpihakan kepada rakyat," tegasnya di hadapan ratusan kader.

Hasto kembali menekankan pentingnya menjadikan kantor DPC tersebut sebagai rumah rakyat dengan semangat option for and with the poor, yakni keberpihakan dan kebersamaan dengan masyarakat miskin serta kelompok yang terpinggirkan.

Ia berharap kantor partai itu nantinya dapat menjadi tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, termasuk bagi warga yang merasa mengalami ketidakadilan dan membutuhkan pendampingan politik.

"Di balik kantor yang kita bangun ini, tersembunyi suatu tekad yang sangat kuat: bagaimana kantor partai menjadi pusat pengorganisasian dan pembelaan rakyat. Makna kekuasaan yang sejati, kata Bung Karno, adalah berpihak kepada rakyat Marhaen, rakyat yang tertindas," kata Hasto.

"Jangan sampai kantor partai megah tetapi berjarak dengan rakyat. Kantor ini harus menjadi tempat rakyat yang diperlakukan tidak adil datang dan menemukan perlindungan," sambungnya.

Selain menjadi wadah pembelaan terhadap masyarakat kecil, Hasto juga menekankan peran kantor partai sebagai pusat pendidikan politik dan pengembangan pengetahuan, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Samosir.

Menurutnya, kantor DPC PDI Perjuangan harus menjadi ruang untuk membangun tradisi literasi, diskusi dan dialektika dalam merumuskan gagasan serta imajinasi mengenai masa depan daerah dan bangsa.

"Sejarah telah membuktikan bahwa pemimpin-pemimpin besar seperti Bung Karno dan Bung Hatta tidak lahir dari kemewahan. Mereka lahir dari rakyat kebanyakan yang bergumul langsung dengan penderitaan, kemiskinan dan ketidakadilan, namun terus menggembleng diri dengan banyak membaca buku dan berdiskusi," ujar Hasto.

Karena itu, lanjut dia, kantor partai tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan politik sekaligus ruang penggemblengan bagi generasi muda.

"Kantor partai ini nantinya harus menjadi pusat pendidikan politik dan kawah candradimuka bagi generasi muda. Dari tanah Samosir yang kaya akan sejarah peradaban ini, kita berharap kelak akan lahir pemimpin-pemimpin besar bagi bangsa dan negara Indonesia melalui penggemblengan PDI Perjuangan," pungkas Hasto.