Notification

×

Iklan


Iklan



Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Rico Waas Dorong Perangkat Daerah Terapkan ASB Secara Konsisten

Kamis, 13 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-13T02:18:01Z


AyoMedan.com - MEDAN. Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Medan, Citra Effendi Capah, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) di lingkungan Pemko Medan, di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Rabu (12/8/2026).

Dalam sambutan yang dibacakannya, Citra menyampaikan apresiasi kepada Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan atas inisiatif pelaksanaan FGD tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada para narasumber, pimpinan, dan perwakilan perangkat daerah yang turut berpartisipasi.

Menurutnya, penguatan ASB bukan sekadar wacana, tetapi diwujudkan melalui berbagai langkah konkret dan berkelanjutan, mulai dari penguatan koordinasi antarperangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan dokumen ASB, hingga pengawasan yang transparan dan akuntabel.

"Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi antarperangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan dokumen ASB secara berkelanjutan, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel agar implementasi ASB berjalan secara konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Citra.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Medan Asmui Rasyid Marpaung, para narasumber, serta pimpinan dan perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Citra menegaskan, ASB tidak boleh dipandang hanya sebagai dokumen administratif atau formalitas. Lebih dari itu, ASB merupakan instrumen strategis yang membantu pemerintah daerah memastikan setiap alokasi anggaran disusun secara rasional, terukur, dan berorientasi pada hasil.

"ASB membantu kita memastikan bahwa alokasi anggaran didasarkan pada kebutuhan yang rasional, beban kerja yang terukur, serta target kinerja yang jelas. Penerapan ASB yang tepat akan mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada hasil," jelasnya.

Di sisi lain, Pemko Medan menyadari masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan ASB, antara lain perbedaan pemahaman serta kebutuhan integrasi dan penyempurnaan data antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

Karena itu, FGD dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman bersama melalui diskusi, pertukaran pengalaman, identifikasi persoalan, serta penyusunan solusi yang dapat diterapkan secara konsisten.

"FGD ini hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan komunikasi antarpemangku kepentingan, serta menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk diterapkan dalam perencanaan dan penganggaran di setiap perangkat daerah," harap Citra.

Kepada para narasumber, termasuk akademisi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Quality Medan, Dr. Ir. Immanuel Panusunan Tua Panggabean, Citra berharap dapat memberikan pemaparan yang komprehensif dan relevan dengan perkembangan regulasi terkini.

Dengan demikian, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan diharapkan memiliki pemahaman dan persepsi yang sama dalam menerapkan ASB.

"Saya berharap FGD ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat ditindaklanjuti bersama dalam mengoptimalkan penerapan Analisis Standar Belanja demi mewujudkan tata kelola Pemko Medan yang semakin baik," pungkasnya. (A-Red)