Notification

×

Iklan


Iklan



Wali Kota Medan Paparkan QRESTO, Inovasi Digital untuk Perkuat Transparansi Pajak Daerah

Selasa, 11 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-11T04:48:09Z

AyoMedan.com - MEDAN. Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, khususnya untuk memperkuat transparansi dan optimalisasi penerimaan pajak daerah.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat memaparkan inovasi QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) dalam Sharing Session bersama Katadata di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dalam forum tersebut, Wali Kota menjelaskan QRESTO sebagai sistem digital yang dikembangkan Pemko Medan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah, khususnya dari sektor restoran dan kafe.

Melalui sistem split bill, komponen pajak dalam setiap transaksi dapat dipisahkan secara elektronik sehingga penerimaan pajak dapat disalurkan langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) secara real-time.

Menurut Rico, digitalisasi sistem perpajakan bukan semata-mata soal penggunaan teknologi, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas tata kelola pemerintahan.

“QRESTO merupakan inovasi split bill pajak daerah pertama di Indonesia. Melalui QRESTO, pajak dari setiap transaksi restoran dan kafe langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah secara real-time,” ujar Rico.

Ia menegaskan, penerapan QRESTO merupakan bagian dari komitmen Pemko Medan untuk membangun sistem perpajakan yang lebih transparan, akuntabel, efisien, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap penerimaan daerah.

“Ini adalah bukti komitmen kami untuk menghadirkan pemerintahan yang jujur dan efisien. Bersama, kita bangun Kota Medan yang lebih maju,” katanya.

Rico menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pajak daerah diharapkan mampu mempersempit ruang terjadinya kebocoran penerimaan, meningkatkan transparansi transaksi, serta memastikan hak daerah dari setiap transaksi dapat tercatat dan dikelola secara optimal.

Dengan demikian, QRESTO tidak hanya diarahkan sebagai inovasi teknologi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan kualitas pelayanan serta tata kelola pemerintahan.

Paparan QRESTO dalam Sharing Session bersama Katadata sekaligus menjadi kesempatan bagi Pemko Medan memperkenalkan inovasi digital tersebut kepada khalayak yang lebih luas. 

Sebelumnya, Rico Waas telah mempresentasikan QRESTO dalam APEKSI Leadership Dialogue 2026 bertema “The Future of Digital Governance” di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Pemko Medan berharap QRESTO dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perpajakan daerah yang semakin modern, transparan dan akuntabel. 

Inovasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong optimalisasi PAD untuk mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Rico didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan M. Agha Novrian dan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Medan Muhammad Ridho Siregar. (A-Red)