Notification

×

Iklan


Iklan



Tegas, Dame Duma Desak Pelayanan Kesehatan Dibenahi, Jalan Gg. Wakaf Diperbaiki dan Sampah Ditangani Serius

Sabtu, 17 Oktober 2026 Last Updated 2026-10-17T07:58:08Z


AyoMedan.com – MEDAN. Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan, perbaikan infrastruktur jalan, penerangan lampu jalan umum (LPJU), serta penanganan persoalan sampah di Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia.


Dame Duma juga menyoroti ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos), perlindungan warga lanjut usia (lansia), pemberantasan penyalahgunaan data kependudukan untuk judi online, serta sikap tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.



Penegasan tersebut disampaikan Dame Duma dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan, sesi pertama yang dimulai pukul 10.00 WIB di halaman belakang Klambir Kopi, Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (17/10/2026).


Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 500 undangan tersebut, Dame Duma menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan sosialisasi peraturan daerah maupun reses harus ditindaklanjuti secara konkret.


Menurutnya, anggota DPRD yang turun langsung ke lapangan mengetahui kondisi riil masyarakat sehingga perlu dilibatkan dalam proses pendataan dan penyaluran bantuan.


Perjuangkan Bantuan Lansia dan Mahasiswa, Data Penerima Bansos Harus Akurat


Dame Duma menegaskan bahwa pendataan penerima bantuan sosial harus benar-benar berdasarkan kondisi masyarakat di lapangan. Ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada Dinas Sosial agar anggota DPRD dilibatkan dalam proses pendataan sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.


Menurutnya, masih ditemukan penerima bantuan yang kondisinya sudah tidak memenuhi kriteria, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru berpotensi tidak mendapatkan bantuan.


“Data yang diberikan kepada kami harus benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Kami yang turun langsung dan melihat bagaimana keadaan masyarakat. Karena itu, kami meminta agar dilibatkan dalam pendataan,” tegas Dame Duma.


Ia bahkan mengaku sempat menyampaikan keberatan secara tegas dalam pembahasan bersama Dinas Sosial karena menemukan ketidaksesuaian data penerima bantuan.


“Kalau data yang diberikan tidak benar-benar sesuai, bagaimana bantuan itu bisa tepat sasaran? Lebih baik kita perbaiki dahulu datanya agar masyarakat yang memang layak menerima bantuan benar-benar mendapatkannya,” ujarnya.


Dame Duma menjelaskan, sebagai anggota DPRD Kota Medan dari daerah pemilihan (Dapil) I, dirinya berupaya memperjuangkan bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Bantuan tersebut mencakup peserta didik tingkat SD dan SMP, serta mahasiswa sesuai dengan program dan kuota yang tersedia.


Ia berharap ke depan pemerintah dapat menyediakan fasilitas dan bantuan yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat merasakan manfaatnya.


Pada kesempatan tersebut, Supar turut menyampaikan persoalan bantuan bagi warga lanjut usia. Sementara itu, Siti Fatimah, warga Gang Wakaf, mengungkapkan kondisi keluarganya yang selama tujuh tahun mendampingi suaminya menjalani cuci darah di RS Rasyida.


Ia mempertanyakan apakah dirinya atau keluarganya layak memperoleh bantuan lansia, sekaligus menyampaikan permohonan perbaikan jalan di Jalan Klambir V, Gang Wakaf.


Menanggapi aspirasi tersebut, Dame Duma menegaskan bahwa perbaikan Jalan Gang Wakaf akan diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.


“Saya minta agar perbaikan Jalan Gang Wakaf dimasukkan ke dalam pokir saya. Tahun depan akan dikerjakan pada triwulan kedua. Ini menjadi skala prioritas,” tegasnya.


Lampu Jalan Menuju Pekuburan Gang Wakaf Segera Dipasang


Selain perbaikan jalan, Dame Duma juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan penerangan jalan umum di lingkungan masyarakat, khususnya di kawasan pekuburan Gang Wakaf.
Ia memastikan pemasangan lampu penerangan jalan di lokasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. 


Dame Duma juga meminta masyarakat bersama pemerintah kelurahan dan kecamatan menjaga fasilitas yang telah tersedia agar dapat dimanfaatkan secara optimal.


Menurutnya, keberadaan lampu jalan sangat penting untuk mendukung keamanan dan kenyamanan warga, terutama pada malam hari.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum dan mencegah pencurian komponen lampu maupun kabel penerangan jalan yang dapat merugikan kepentingan bersama.


Tegas Soroti Sampah, Masyarakat dan Pemerintah Harus Bersinergi


Dalam dialog dengan warga, Dame Duma turut menyoroti persoalan sampah yang menyumbat saluran drainase dan berpotensi memperparah banjir, terlebih ketika memasuki musim hujan.


Ia menceritakan pengalamannya turun langsung bersama jajaran pemerintah setempat untuk bergotong royong membersihkan drainase yang dipenuhi sampah. Dari kegiatan tersebut, ditemukan banyak botol plastik dan sampah lainnya yang menghambat aliran air.


Dame Duma mengaku prihatin karena ketika kegiatan gotong royong berlangsung, partisipasi masyarakat masih sangat minim, padahal kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.


“Saya mengajak Bapak dan Ibu untuk tidak hanya menuntut pemerintah, tetapi juga ikut menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi sampai menyumbat drainase dan menyebabkan banjir,” tegasnya.


Dewan yang duduk di Komisi IV DPRD Medan ini meminta pihak kecamatan dan kelurahan mengevaluasi pelayanan pengangkutan sampah, termasuk jadwal dan frekuensi pengangkutan, agar masyarakat mengetahui waktu yang tepat untuk membuang sampah.


Dame Duma juga meminta agar kendala yang dihadapi petugas di lapangan segera disampaikan sehingga pemerintah dapat mencari solusi, termasuk kemungkinan peningkatan fasilitas kebersihan.


Menurutnya, masyarakat memiliki kewajiban membayar pajak dan retribusi sesuai ketentuan, tetapi pemerintah juga harus memastikan pelayanan dan fasilitas yang menjadi hak warga tersedia dengan baik.


“Jangan sampai masyarakat diminta membayar, tetapi fasilitas dan pelayanan yang dibutuhkan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah harus hadir, dan masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia turut mengingatkan warga agar waspada terhadap peredaran narkoba di lingkungan permukiman.


Masyarakat diminta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba.
Penerima Bansos Diingatkan Waspadai Penyalahgunaan KTP dan Rekening


Dame Duma juga memberikan perhatian serius terhadap informasi mengenai penerima bantuan sosial yang diduga kehilangan hak bantuan setelah data kependudukan atau rekening mereka disalahgunakan oleh pihak lain untuk aktivitas judi online.


"Saya mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), maupun membuka rekening atas permintaan orang lain yang menawarkan imbalan uang," ujarnya.


Menurutnya, masyarakat harus mengetahui dengan jelas tujuan penggunaan dokumen pribadi agar tidak menjadi korban penipuan maupun penyalahgunaan identitas.


"Jangan pernah memberikan KTP atau KK kepada pihak mana pun dengan iming-iming apa pun sebelum mengetahui dengan jelas untuk apa dokumen tersebut digunakan. Jangan karena menerima uang Rp100 ribu atau Rp300 ribu, data kita justru disalahgunakan untuk judi online dan akhirnya bantuan yang selama ini diterima bermasalah,” tegas Dame Duma.


Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan data atau rekening kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.


Dame Duma juga mendorong Dinas Sosial dan pihak terkait memberikan penjelasan yang jelas kepada warga mengenai status kepesertaan bantuan sosial, mekanisme pengaduan, serta prosedur sanggahan apabila terjadi penghentian bantuan yang dinilai tidak sesuai.


Dia menekankan agar persoalan administrasi bansos ditangani secara cermat sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku.


Tegaskan Akses Kesehatan Melalui Program UHC


Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Puskesmas Helvetia, dr. Indra, menjelaskan bahwa masyarakat Kota Medan dapat memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC) untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.


Ia mengatakan, warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan tidak memiliki jaminan kesehatan dapat mengakses program tersebut dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan. 


Sementara itu, pelayanan di puskesmas maupun puskesmas pembantu dapat diakses dengan menunjukkan KTP sesuai ketentuan pelayanan yang berlaku.


dr. Indra juga mempersilakan masyarakat melaporkan apabila mengalami kendala atau mendapatkan penolakan pelayanan di puskesmas maupun puskesmas pembantu.


“Apabila ada petugas yang menolak memberikan pelayanan, silakan sampaikan kepada saya agar dapat dievaluasi dan diperbaiki. Masyarakat harus mendapatkan akses pelayanan kesehatan sesuai haknya,” ujarnya.


Ia turut menjelaskan bahwa sejumlah puskesmas di Kota Medan sedang menjalani renovasi dalam skala besar maupun kecil, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani masyarakat Tanjung Gusta.


Selama proses renovasi berlangsung, pelayanan dialihkan ke fasilitas kesehatan alternatif, termasuk Pustu Tanjung Gusta dan Pustu Dwikora.


Masyarakat diimbau memastikan lokasi pelayanan yang tersedia selama renovasi.
dr. Indra menyampaikan bahwa apabila suatu fasilitas tidak mampu menangani kondisi pasien, masyarakat akan diberikan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai sesuai kebutuhan medis.


Terkait ketersediaan vaksin untuk influenza A, disampaikan bahwa vaksin tersebut belum tersedia dan masih menunggu informasi serta distribusi dari Dinas Kesehatan Provinsi.


Dame Duma Minta Wali Kota Evaluasi Dokter dan Perawat di Pustu Tanjung Gusta



Persoalan pelayanan kesehatan turut menjadi perhatian serius Dame Duma setelah seorang warga bernama Piana, yang berdomisili di Jalan Klambir V, menyampaikan keluhan mengenai pelayanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Tanjung Gusta.


Piana mengeluhkan sikap dokter dan perawat yang dinilai kurang ramah terhadap masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.


Mendengar keluhan tersebut, Dame Duma langsung mengambil langkah dengan mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, agar kinerja dokter dan perawat yang bertugas di Pustu Tanjung Gusta dievaluasi.


“Saya tadi minta Pak Wali agar dokter dan perawat tersebut dipindahkan dari Pustu Tanjung Gusta,” tegas Dame Duma.


Menurutnya, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan yang ramah, humanis, dan profesional kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kondisi ekonomi pasien.


Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan milik pemerintah harus menjadi tempat masyarakat memperoleh pertolongan dan pelayanan yang baik, bukan justru menimbulkan keluhan akibat sikap petugas.


Dame Duma berharap Pemerintah Kota Medan segera menindaklanjuti laporan tersebut melalui evaluasi yang objektif agar kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Tanjung Gusta semakin baik.


Minta Semua Pihak Tingkatkan Kepedulian terhadap Masyarakat


Dalam kegiatan tersebut, Dame Duma turut mengajak jajaran kecamatan, kelurahan, puskesmas, Dinas Sosial, serta masyarakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan Tanjung Gusta.


Politisi Fraksi Gerindra DPRD Medan ini kembali menegaskan bahwa persoalan pelayanan kesehatan, bantuan sosial, infrastruktur, kebersihan lingkungan, hingga keamanan warga harus mendapatkan perhatian bersama.


Menurutnya, kegiatan Sosperda bukan sekadar agenda menyampaikan peraturan daerah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, kritik, dan kebutuhan secara langsung kepada wakil rakyat.


"Saya berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Medan dan instansi terkait sehingga pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Tanjung Gusta semakin meningkat," pungkas Duma



Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Medan Helvetia, Sekretaris Lurah Tanjung Gusta, Kepala Puskesmas Helvetia dr. Indra, perwakilan Dinas Sosial, serta masyarakat setempat.
Pada penghujung kegiatan, Dame Duma menyerahkan seminar kit kepada sekitar 500 undangan yang hadir.  (A-Red)