Notification

×

Iklan


Iklan


Sinergi Perkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional, BI Laksanakan PTBI 2023

Rabu, 29 November 2023 Last Updated 2023-11-29T16:04:22Z



AyoMedan.com - Medan, Untuk sinergi memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional, khususnya di Sumatera Utara, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Sumatera Utara, kembali melaksanakan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023, di Santika Indonesia Hotel & Resort, Jalan Kapten Maulana Lubis No.7, Rabu (29/11/2023) malam.


Dalam kesempatan itu, KPwBI Sumatera Utara, IGP Wira Kusuma yang diwakili Deputi Kepala KPwBI Sumut, Yura Djalins menyampaikan apresiasi kepada seluruh parangakat daerah yang sudah bersinergi dengan Bank Indonesia didalam menanggulangi inflasi.


"Sehingga pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Sumut mencapai 4,3 - 5,1 yoy. Sehingga inflasi gabungan 5 kota IHK di Sumut pun masih terkendali," katanya dihadapan pj Gubernur, Bupati, pimpinan forkopimda Sumut dan para tamu undangan lainnya.




Pada tahun 2024 nanti, lanjutnya lagi, perekonomian Sumatera Utara diperkirakan terakselerasi dengan inflasi yang terjaga. Ditengah optimisme perekonomian terdapat beberapa tantangan global.


"Berlanjutnya konflik geopolitik daapat menaikkan suku bunga,  termasuk ekonomi domestik menghadapi tantangan struktur," bilangnya.


Selain itu, sambung Yura, proses hilirasi perlu difokuskan pada peningkatan nilai tumbuh komuditas utama. "Seperti kelapa sawit, karet dan produk pertanian dan pengembangan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," jelasnya.


Sementara itu, pj Gubernur Sumatera Utara, Hasanudin juga menilai berdasarkan data, bahwa trend pertumbuhan ekonomi di Sumut triwulan III tahun 2023 relatif stabil.


"Ini dilihat dari menurunnya angka kemiskinan, pengangguran di Sumut. Pada tahun 2022 sekitar 59,07 persen, tahun ini 58,52 persen," ucapnya.


Dipaparkannya, untuk strategi akselerasi perekonomian Sumatera Utara, terdiri beberapa bagian.


"Diantaranya, penguatan TPID dengan memperkuat fungsi dalam usaha pengendalian harga yang bergejolak, terutama menehan harga pangan. Dukung produk buatan Indonesia dan buatan lokal, serta mempromosikan sektor pariwisata secara masif," harapnya.




Sebelumnya, Gubernur Bank Central Indonesia, Perry Warjiwo menyampaikan bahwa pertemuan tahunan ini dilakukan atas prospek perekonomian dunia yang melambat, karena ketidak pastian ekonomi sangat tinggi.


"Dunia masih terus bergejolak. Perang Rusia-Ukraina dan Israel- Palestina sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dunia," katanya dihadapan Presiden RI Joko Widodo, Menteri Keuangan, Menteri Perekonomian dan pejabat negara tetangga, serta tamu kenegaraan lainnya.


Menurut Perry, sinergi merupakan kunci ketahanan dan kebijakan ekonomi nasional menghadapi gejolak global. Insya Allah, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami kenaikan pada tahun 2024.


"Prospek perekonomian Indonesia optimis dan waspada. Inflasi terkendali, ekonomi keuangan digital meningkat. Kebijakan Makroprudensial 2024 tatap longgar," tuturnya.


Ditambahkan Perry, transformasi sektor riil menuju kebangkitan ekonomi. Bauran ekonomi nasional 2024, akan memperkuat perekonomian Indonesia ditahun 2024.


"Bank Indonesia (BI) merasa bangga dapat berkontribusi memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Termasuk kebijakan moneter BI tahun 2024, terus kami jaga dan Bank Indonesia akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat," imbuhnya.




Sedangkan Presiden RI, Joko Widodo dalam pidatonya juga menekankan bahwa kondisi dunia saat ini, memang sedang tidak baik-baik saja.


"Makanya kehadiran saya di setiap perjumpaan dengan pimpinan dunia saat kunjungan keluar negeri, hanya mau mendengar langsung perkembangan ekonomi di negara mereka. Dari situ, saya menyimpulkan bahwa peperangan yang terjadi tidak bisa diberhentikan saat ini. Artinya, dampak ekonomi global yang panjang juga harus diantisipasi," tukasnya.


Presiden Jokowi menyebut,  perubahan iklim juga menjadi salah satu penyebab gejolak ekonomi dunia. Dampak pemanasan global sudah kelihatan sekarang. Dimana iklim yang terjadi tidak bisa diprediksi saat ini.


"Akibatnya, 22 negara dunia saat ini telah menyetop dan membatasi ekposr komoditas pangan mereka. Alhamdulillah, Indonesia masih bertahan, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen," terangnya.


Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa tahun depan bangsa Indonesia akan mengadakan pemilihan umum (pemilu). "Saya berharap dalam pemilu mendatang, dilaksanakan dengan gembira. Berjalan dengan baik dan lancar, demi menuju bangsa Indonesia emas yang maju," pungkasnya. (A-Red)