Notification

×

Iklan


Iklan



Dapur Fountain Ice Cream di Jalan Hayam Wuruk Terbakar, Picu Kepanikan Puluhan Karyawan dan Warga Sekitar

Selasa, 20 Januari 2026 Last Updated 2026-01-20T14:38:06Z


AyoMedan.com – Medan.
Suasana panik mendadak pecah di lokasi pengolahan (dapur) Fountain Ice Cream yang beralamat di Jalan Hayam Wuruk No. 20/22, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.


Kebakaran itu membuat puluhan karyawan berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri. Peristiwa terjadi saat jam istirahat makan siang.


Api dilaporkan muncul dari area dapur pengolahan makanan. Kepulan asap tebal sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.


Pantauan wartawan di lapangan, sejumlah karyawan terlihat masih syok, sementara jajaran manajemen perusahaan berupaya menenangkan mereka.



Aparat Polsek Medan Baru bersama Tim Inafis Polrestabes Medan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kebakaran.


Seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut mendengar suara ledakan dari dalam dapur.

“Kami lagi istirahat makan siang, tiba-tiba terdengar suara ‘duar’ keras sekali. Semua langsung lari keluar. Belum tahu pasti sumbernya, apakah dari tabung gas atau tungku masak. Api sudah dipadamkan Damkar, ada dua unit yang turun,” ucapnya dengan nada masih gemetar.


Di sisi lain, pihak internal perusahaan terkesan tertutup. Seorang perempuan paruh baya yang berada di lokasi menolak memberikan keterangan kepada awak media.


“Nanti saja bang, ada yang lebih berhak memberi keterangan. Polisi sedang memeriksa di dalam. Untuk kronologis, silakan ke pihak kepolisian,” katanya singkat kepada wartawan.


Plt Lurah Petisah Hulu, Afandi Syahputra, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Dia mengaku tidak dapat memasuki area dapur, di gangguan terhadap proses pemadaman oleh personil Damkar.


“Pertama kali saya mendapat informasi dari kepling yang sedang melakukan tugas lapangan, dan melihat kepulan asap tebal dari lokasi. Dan syukurnya, tidak ada korban jiwa. Api berhasil dipadamkan petugas Damkar,” jelasnya, sembari memastikan pihak Kelurahan kedepannya akan mengawasi setiap izin dan lokasi usaha sejenis di wilayahnya.


Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Poltak M. Tambunan, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab kebakaran.


“Masih dalam tahap penyelidikan. TKP sudah kami cek, penyebab pasti ledakan belum dapat disimpulkan,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, melalui Kabid Pencegahan, Ardhani, yang menyebut bahwa pihaknya menurunkan dua unit armada pemadam ke lokasi.


“Api sudah berhasil dipadamkan. Sumber ledakan masih belum pasti, bisa dari tabung gas, tungku masak, atau korsleting listrik. Kami menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” sebutnya.


Hasil penelusuran di lapangan memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan cukup parah terjadi di area dapur pengolahan makanan yang diduga menjadi titik awal kebakaran. Dan pihak kepolisian memasang garis polisi (Police Line) di pintu gerbang masuk.


Peristiwa ini menjadi pengingat serius pentingnya standar keselamatan kerja dan sistem keamanan kebakaran atau penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) pada setiap pengolahan industri makanan, khususnya di kawasan padat penduduk, agar potensi bahaya serupa tidak berujung pada tragedi yang lebih besar dan menelan korban jiwa. (A-Red)