AyoMedan.com - Medan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kehadiran Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam acara Halal Bihalal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan di Aula Asrama Haji Medan, Sabtu (4/4/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi lintas elemen dalam membangun Kota Medan.
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menegaskan pentingnya meninggalkan sekat-sekat politik pasca kontestasi. Ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, legislatif, maupun partai politik, untuk bersatu demi kemajuan daerah.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Anggota DPD RI sekaligus penceramah KH Muhammad Nuh., Ketua DPW PKS Sumut, Andi Pranata., Wakil Ketua DPRD Sumut, Salman Alfarisi., Ketua DPD PKS Kota Medan, Anton Simarmata., Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Rajudin Sagala., serta Anggota DPRD Medan, Datuk Iskandar Muda. Kehadiran para tokoh tersebut menjadikan kegiatan ini sebagai forum strategis dalam memperkuat kolaborasi.
Dalam sambutannya, Rico Waas mengajak seluruh pihak memaknai bulan Syawal sebagai titik awal mempererat persatuan. Ia menilai perbedaan pilihan dalam kontestasi politik merupakan hal yang wajar, namun seluruh elemen memiliki tujuan yang sama, yakni membangun daerah.
“Kontestasi sudah berakhir. Perbedaan itu biasa, tapi tujuan kita tetap sama, bagaimana membangun kota ini agar lebih maju,” ujar Rico Waas yang hadir didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan serta Kepala Kesbangpol Andi Mario Siregar.
Rico juga menekankan bahwa pembangunan Kota Medan tidak dapat dilakukan pemerintah semata. Dibutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk partai politik dan legislatif, dengan mengedepankan keterbukaan pikiran dan kebersamaan.
Rico Waas turut mengapresiasi PKS sebagai partai yang dinilai memiliki kedisiplinan dan militansi kader yang kuat serta konsisten berkontribusi bagi masyarakat, khususnya di Kota Medan.
Di hadapan ratusan pengurus dan kader PKS, ia juga menyinggung fenomena ketergantungan terhadap gadget. Meski teknologi mempermudah komunikasi, ia mengingatkan agar nilai-nilai agama, norma, dan etika tetap dijaga.
“Kota boleh maju, teknologi boleh berevolusi, tapi agama, norma, dan etika tidak boleh berubah. Tanpa itu, kita tidak ada bedanya dengan robot di masa depan,” ujarnya, seraya mengajak kader PKS menjaga jati diri bangsa yang dikenal dengan adat ketimurannya.
Mengakhiri sambutannya, Rico Waas berharap kolaborasi antara Pemko Medan dan PKS tidak berhenti pada tataran formalitas, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
“Kita harus turun ke masyarakat bersama-sama, mendengarkan keluhan, dan memberi solusi nyata. Jabatan ini adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada rakyat, tetapi juga kepada Allah SWT,” dipungkasinya.
Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota Medan Rico Waas menerima cenderamata dari pengurus DPD PKS Kota Medan atas kehadirannya dalam kegiatan tersebut. (A-Red)