Notification

×

Iklan


Iklan



Minyak Kita Langka di Pasar Medan, MAI Peringatkan Ancaman Panic Buying dan Lonjakan Inflasi

Kamis, 09 April 2026 Last Updated 2026-04-09T05:05:21Z


AyoMedan.com – Medan. Kelangkaan minyak goreng bersubsidi Minyak Kita di sejumlah pasar tradisional Kota Medan dalam sepekan terakhir mulai memicu kekhawatiran serius. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi daerah jika tidak segera ditangani.


Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Macan Asia Indonesia (MAI) Kota Medan menilai fenomena menghilangnya Minyak Kita dari peredaran merupakan sinyal bahaya yang dapat memicu panic buying di tengah masyarakat. Jika situasi ini berlanjut, dampaknya dikhawatirkan meluas hingga mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya dan memicu inflasi daerah.


Ketua DPC MAI Kota Medan, Suwarno, didampingi Sekretaris Zullifkar AB dan Bendahara Said Ilham Assegaf, mengungkapkan bahwa para pedagang kini mulai kesulitan memperoleh pasokan minyak goreng bersubsidi tersebut.


“Dalam beberapa hari terakhir, stok di tingkat pedagang sangat terbatas, bahkan cenderung kosong. Akibatnya, harga di luar jalur distribusi resmi melonjak cukup tinggi,” ujar Suwarno dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).


Dia menyebutkan, harga Minyak Kita di pasaran saat ini mencapai sekitar Rp225.000 per kotak, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp185.000. Kenaikan sebesar Rp40.000 tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.


Menurut Suwarno, kenaikan harga dan kelangkaan ini bisa saja dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti dinamika geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok. "Namun demikian, MAI menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan pembiaran terhadap terganggunya distribusi di daerah," ujarnya.


MAI Medan pun mendesak Perum Bulog bersama instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menstabilkan pasokan dan harga di pasaran. Intervensi yang cepat dan tepat dinilai penting guna mencegah terjadinya kepanikan masyarakat.


“Jangan sampai masyarakat panik dan melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah melalui Bulog harus segera memastikan ketersediaan stok di pasar tetap aman dan terjangkau,” tegasnya.


Lebih lanjut, MAI mengingatkan bahwa jika kelangkaan ini terus berlanjut tanpa penanganan serius, maka berpotensi menimbulkan efek domino terhadap harga komoditas lain, yang pada akhirnya dapat memperparah laju inflasi di Kota Medan dan Sumatera Utara secara umum.


“Ini bukan sekadar persoalan minyak goreng, tapi menyangkut kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi daerah. Penanganan cepat adalah kunci agar situasi tidak semakin memburuk,” pungkas Suwarno. (A-Red)