Notification

×

Iklan


Iklan



Sosperda Pengelolaan Sampah, David Roni Sinaga Ajak Warga Medan Denai Tingkatkan Kesadaran dan Cegah Banjir

Minggu, 14 Juni 2026 Last Updated 2026-06-14T08:53:18Z

AyoMedan.com - MEDAN. Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan M. Nawi Harahap Gang Rela No.18, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Minggu (14/6/2026), pukul 14.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kecamatan Medan Denai, Aziz Ahmad, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, M Indra, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Medan Denai.

Dalam sambutannya, David Roni Sinaga menegaskan bahwa persoalan sampah tidak boleh dianggap sepele karena memiliki dampak besar terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, salah satu penyebab banjir yang kerap melanda Kota Medan adalah masih banyaknya sampah yang dibuang sembarangan, terutama ke sungai dan saluran drainase.

“Perda ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Sampah yang menumpuk di sungai dan parit menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan banjir. Sehebat apa pun upaya pemerintah menangani banjir, tidak akan maksimal jika masyarakat tidak ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar David.

Politikus muda Partai PDIP ini mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran bersama dalam mengelola sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.

David juga menyoroti masih ditemukannya berbagai jenis sampah rumah tangga hingga barang-barang bekas berukuran besar yang dibuang ke sungai. Kondisi tersebut, kata dia, tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga menghambat aliran air.

Melalui sosialisasi tersebut, David ingin menyerap aspirasi masyarakat terkait pengelolaan sampah, termasuk persoalan sarana dan prasarana pengangkutan maupun besaran iuran kebersihan yang mungkin menjadi kendala di lapangan.

“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi persoalan masyarakat. Apakah fasilitas pengangkutan sampah masih kurang, apakah ada kendala dalam pelayanan, atau persoalan lainnya. Dengan demikian, kita bisa mencari solusi terbaik bersama demi mewujudkan Kota Medan yang lebih bersih dan bebas banjir,” katanya.

David berharap kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan.

“Jangan jadikan kegiatan ini sekadar formalitas. Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memberikan masukan dan saran yang konstruktif demi kemajuan Kota Medan,” sebutnya.

Sementara itu, perwakilan Kecamatan Medan Denai, Aziz Ahmad, mengungkapkan bahwa pihak kecamatan saat ini memiliki 13 unit armada pengangkut sampah yang digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat. 

Namun, dari jumlah tersebut, tiga unit armada sudah mengalami kerusakan dan membutuhkan peremajaan agar pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan lebih optimal.

"Kami berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan," tutupnya. (A-Red)