AyoMedan.com – Medan. Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah di tengah derasnya arus disrupsi teknologi.
Ajakan tersebut disampaikannya dalam talkshow bertajuk
“Membangun Generasi Cerdas” yang digelar di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini turut menghadirkan akademisi USU, Warjio Ph.D, sebagai narasumber, dengan Ira Rizka Lubis sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Sutarto yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menjelaskan bahwa disrupsi teknologi merupakan transformasi besar akibat inovasi digital yang mengubah tatanan lama, mulai dari sektor bisnis, industri, hingga perilaku sosial masyarakat.
“Ke depan, tantangan akan semakin kompleks. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu beradaptasi dengan percepatan teknologi, tetapi juga harus berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.
Menurut Sutarto, derasnya arus informasi di era digital telah membawa perubahan signifikan, khususnya dalam dunia komunikasi visual, media digital, serta membuka peluang karier baru di industri kreatif.
“Kita juga terus mendorong transformasi digital guna mendukung pelayanan publik yang lebih optimal dan efisien,” katanya.
Sutarto menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam meningkatkan keterampilan, memperluas jejaring, serta mengakses informasi secara cepat dan tepat.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu melahirkan inovasi dan solusi di tengah perkembangan digitalisasi yang kian pesat.
“Mahasiswa harus menjadi motor perubahan, termasuk dalam menggeser paradigma bisnis tradisional menuju model yang lebih modern dan inovatif, sekaligus menciptakan peluang-peluang baru,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran mahasiswa dalam era digital tidak sebatas sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial di masyarakat.
“Mahasiswa juga dapat berperan aktif dalam mengatasi kesenjangan digital, misalnya melalui program pelatihan teknologi bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya,” dipungkasinya. (A-Red)